Puasa di Bali

Gimana rasanya puasa di pulo Bali..?

Mungkin tu jadi pertanyaan yang sring dilontarkan orang buatku..Kalo ditanya rasa.. mungkin  biasa aja.. ga da sesuatu yang istimewa. Kecuali bahwa aku sering ditanya orang non muslim, kenapa si puasa mpe sebulan lamanya.. apa tujuannya..

Bagi mereka puasa sebulan yang harus kami jalankan adalah wonderful thing. Mengingat kewajiban puasa yang harus mereka lakukan saat nyepi saja (yang notabene cuman sehari itu) sering mereka lewatkan. Ga ngerokok sehari rasanya adalah siksaan. Palagi jika mereka tahu bahwa puasa yang kami lakukan itu tak sekedar tidak makan dan puasa saja, namun juga harus menahan hawa nafsu, means ngerem emosi, perkataan kotor, membicarakan orang lain, tidak berhubungan seks, dst. Mungkin itu akan jauh memberatkan lagi menurut mereka.

Sebagai minoritas, maka banyak hal tentang keislaman yang tak mereka ketahui. Misalnya mengapa muslimah harus berkerudung (karena ada beberapa muslimah tak berkerudung di kebun sehingga mereka pun mempertanyakannya). Mengapa kami (muslimah berkerudung) sering “tampak rikuh” untuk bergaul, tak sebebas temen muslimah yang tak berkerudung (karena mereka tak tahu bahwa banyak aturan tentang cara bergaul dalam Islam yang harus kami terapkan dalam kehidupan, sementara dalam kehidupan mereka seks adalah sesuatu yang  wajar untuk dibicarakan. Dan masih banyak hal lainnya.

Kadang aku bertanya dalam hati dan pertanyaan ini pasti dipengaruhi oleh backgroundku yang selama ini lebih terbiasa diperlakukan sebagai mayoritas, kenapa pengetahuan mereka tentang Islam itu minim sekali.. padahal di teve2 atau media massa yang lain banyak yang menayangkan tentang Islam, apalagi kalo bulan Ramadhan macem gini. Tapi kalo dipikir lagi, meskipun banyak tayangan religi macem gitu, emang mereka mau gitu buat menyimaknya.. kalo itu tidak menyangkut agama yang mereka anut.. ini sama aja dengan kita kan.. yang pasti akan ogah untuk menyimak tayangan rohani agama lain.

Ritual puasa di Bali, khususnya di lingkungan tinggalku.. hampir sama dengan ritual puasa di Jawa. Ga banyak perbedaan.. mengingat kami tinggal di komunitas muslim lokal Bali.. jadi suasana puasa hampir sama kayak di Jawa si.. kecuali pas tarawih aja ada beberapa perbedaan yang ga terlalu mendasar… rasanya, kalo di Jawa gairah tarawih tu sangat tinggi.. di mana tak lama abis buka kita langsung pergi ke musholla ato masjid. Anak-anak bermain riuh rendah di halaman ato bahkan di dalam masjid. Minggu-minggu awal juga terasa masih banyak orang yang semangat untuk ke masjid.. namun kalo di sini, biasa-biasa aja.. di lingkungan gw, orang baru ke masjid kalo sudah adzan isya ato bahkan sesudah iqamah.. banyak yang telat buat shalat.. shafnya bolong-bolong.. (imam maupun bilal juga ga mau mengingatkan untuk meluruskan shaf dan mengisi yang kosong sebelum shalat dimulai). Doa yang diucapkan imam setelah Isya maupun antar tarawih dan di akhir tarawih dan witir juga variatif, tergantung imam dan bilalnya. Ada yang seperti di Jawa (versi NU) ada juga yang laen. Bahkan pengucapan kata Aamiin.. juga variatif, tergantung siapa imamnya. Untuk imam tertentu, makmum akan mengucapkan aaamiiiin ( lafal a panjang, lafal i pada suku min juga panjang), sedangkan untuk imam tertentu mereka akan melafalkan aaaaaamin (dengan awal a yang panjang dan akhir min yang pendek). Kenapa demikian, akujuga ga tahu..

Bagi aku pribadi, puasa tahun ini memberikan tantangan tersendiri. Di tengah komunitas Hindu.. tantangan untuk mencegah hawa dan nafsu, terutama dari perkataan kotor dan ghibah.. sangat tinggi sekali. Sebenarnya ghibah bisa terjadi di mana saja, di Jawa juga godaan itu ada.. namun bedanya, ketika di Jawa akan ada banyak orang yang mengingatkan ketika kita melakukan hal-hal yang dilarang tersebut, tetapi kalo di sini..? tak ada yang mengingatkan.. bahkan sesama muslim pun kadang terbawa suasana, daripada istiqomah dengan nilai2 keislaman yang dianutnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s