What a lovely flight..

I Love Transit…

Banyaknya pemandangan adalah hiburan tersendiri saat harus terbang. Pemandangan yang berbeda dari yang terjadi di darat, membuatku tak pernah merasa bosan.  Pertama terbang, aku merasakan sensasi seperti sedang berlayar di kutub utara. Gumpalan awannya menyerupai bongkahan salju yang mulai mencair dari daratan kutub. Subhanallah, qren..! Apalagi kalo melihat seberkas cahaya yang nyembul di antara celah2 awan…. Coool!

Goncangan dan getaran saat pesawat harus memasuki daerah hujan atau badai juga jadi sensasi sendiri, meskipun bercampur ketakutan akan jatuh juga..huehe2.


Karena itu, aku akan senang jika perjalanannya lebih panjang atau pesawat yang aku naikin harus transit. Mungkin berbeda dengan penumpang laen yang kesal karena merasa repot harus turun lagi.. boarding lagi.. dan terlambat sampe di tujuan. Tapi bagiku, transit adalah kesempatan menikmati lebih banyak lagi pemandangan dan mensyukuri nikmat Allah. Mendarat di banyak bandara, berarti frekuensi pesawat terbang rendah lebih banyak.. berarti, pemandangan yang bisa kita lihat pun akan lebih banyak lagi.. sungguh menyenangkan.. Pengumuman bahwa pesawat akan transit adalah hal yang paling aku tunggu..

I Love Delaying

Saat menunggu boarding adalah hal lain yang kusukai ketika di bandara. Banyak hal yang bisa aku amati.. interaksi antar penumpang.. adalah hal yang slalu dan tak bosan-bosannya kunikmati. Bagaimana sebuah keluarga berinteraksi, bagaimana sebuah pasangan baru yang menimang-nimang anak yang baru lahir, bagaimana seorang anak yang belum dikenal bisa mengajak anak lainnya untuk bermain.

Mengamati adalah hal yang menyenangkan.. bisa membuat aku serasa jadi peramal hebat.. yang bisa menebak gaya hidup seseorang dari caranya berpenampilan, caranya berinteraksi dengan yang lain, dari aset yang dimiliki dan ditampilkannya dst..

Hal laennya yang aku amati adalah orang-orang yang introvert.. means mereka tak tergoda dengan keramaian dunia yang ada di sekitarnya.. terlepas dari dia memang introvert.. ato sekedar berusaha introvert .. Mereka tampak begitu tenang, fokus dengan dunia yang dibangunnya.. dunia baca, dunia games, dunia hp, dunia mp3 atau.. wuidih.. Kalo dibandingin ma aku yang sedikit2 tersenyum, toleh kanan toleh kiri.. melotot, ngisengin anak2 kecil yang mondar-mandir.. terasa sangat beda memang..

Yang menarik lagi, adalah ketika mengamati pasangan, entah yang masih pacaran ato pasutri yang terkadang memperlakukan manusia laen seolah hanya ngontrak di dunia.. ato hanya mampir neduh.. Yap, mungkin ni hanya perasaan dari orang yang iri saja, yang belum mendapatkan kebahagiaan berpasangan macam mereka.. (aku termasuk di dalamnya)

Pulau Jawa dari Udara

—topografi—

Erosi yang biasa terjadi dan terutama saat penghujan bisa jelas terlihat. Muara sungai dan pantai hingga jarak beberapa ratus meter ke laut, telah berubah warnanya. Yang semula semula biru muda menjadi kecoklatan…

Entah di daerah mana, aku nyangkanya si di daerah Jateng.. tampak sungai yang begitu jelas membelah wilayah ini. Dan aku mikirnya, pasti Bengawan Solo tu.. tapi tampaknya dugaan aku salah.. Karena sungai tersebut beraliran lurus dari bagian selatan pulau ke utara, tepatnya bermuara di laut utara Jawa.. sedangkan kalau dipikir.. sungai Bengawan solo bukannya melintang dari bagian selatan Jateng hingga ke selatan Jatim ya.. (means.. harusnya lebih panjang lagi dunk..). Jadi sungai itu, tampaknya masih berada di wilayah Jawa Barat.. kalo dipikir, sungai apa ya.. prasaan hanya ada 2 sungai panjang yang mengalir di Jabar, dan dua-duanya bermuara di wilayah lain. Ciliwung bermuara di DKI Jakarta, sementara Cisadane yang lebih lebar bermuara di Tangerang. Sementara sungai Cikaniki dan Citalahab tampaknya tidak akan terlihat sejelas itu.. Atau, adakah sungai panjang di daerah Indramayu dan Cirebon yang mungkin aku ga kenal.. entahlah.. hal itu tak dipastikan.. karena semuanya berdasarkan perkiraan saja.. bahwa tampaknya ini sudah di Jateng, sudah di Jatim, dst..

Kalo dicermati, tampak bahwa daerah persawahan di Jateng tu lebih luas daripada daerah lainnya.. perumahannya tampak masih sempit.. topografinya hampir sama.. dominasi dataran rendah..sedangkan kalo dibandingkan dengan Jatim.. akan jauh mencolok.. topografi di daerah ini tampak variatif.. sebentar2 terlihat dataran tinggi.. dengan kawahnya di puncak yang terlihat jelas. G. Bromo dan G. Batok yang kawahnya berbentuk seperti batok kelapa yang ditengadahkan itu dapat langsung dikenali.. dan menjadi penciri bahwa ini memang sudah wilayah Jatim. Sementara gunung lain seperti Kelud, Semeru, Anjasmoro dan berbagai gunung lainnya.. aku masih belum bisa membedakannya..

—miss green—

Tadinya aku menyangka bahwa di sekitar dataran tinggi Jatim tersebut pasti masih terlihat hijau gelap.. namun tebakanku salah.. warna hijau gelap hanya menghiasi sebagian kecil dataran tinggi tersebut.. warna hijau muda.. bertotol2 kuning/coklat kemerahan tampak lebih dominan. Means.. daerah hutan memang berkurang sangat banyak. Jika dijelaskan dengan banyaknya penjarahan dan kebakaran hutan pasca reformasi.. maka terjelaskanlah sudah..

Kalau dibandingkan, warna dataran di ketiga wilayah (Jabar, Jateng dan Jatim) tampak berbeda. Yang mencolok adalah Jatim. Tanahnya didominasi warna merah, sementara Jateng dan Jabar tampak kuning.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s