Mengubah Taqdir – Agus Mustofa

Adalah buku seri ke-7 dari diskusi tasawwuf modern. Dari semua karyanya, Agus Mustofa selalu mencoba mengajak kita mengimani sesuatu setelah benar-benar memikirkannya, tidak sekedar ikut-ikutan. Buku ini lahir didasari keprihatinan atas munculnya masyarakat yang pesimis, apatis karena kesalahan penafsiran kata taqdir sebagai sesuatu ketetapan Allah yang tak bisa diubah lagi. Kata takdir telah disetarakan dengan nasib, demikian ungkapnya. Menurut penulis, Allah menghadirkan takdir untuk mengajak manusia senantiasa bersemangat dan berpikir positif. Bukan membuat manusia menyandarkan diri dan menghibur diri dengan berkata, “Ah buat apa berusaha, kayaknya memang sudah takdir saya untuk miskin..”.

Gambar copas

Pada buku ini, penulis, Agus Mustofa, berusaha mengajak pembacanya pada moderasi pertengahan antara aliran Jabbariyah, bahwa semua yang terjadi di dunia ini mutlak ketetapan Allah, tanpa ada campur tangan manusia di dalamnya dan aliran Mu’tazilat bahwa segala sesuatu yang terjadi pada manusia adalah murni karena usahanya, tanpa campur tangan kekuatan Allah. Agus mengarahkan pembaca pada pengertian takdir sebagai hasil dari resultante gaya-gaya: usaha manusia, ketetapan Allah dan berbagai variable lainnya. Dia menggambarkannya sebagai sebuah segitiga. Ketetapan Allah yang penulis maksudkan di sini adalah sunatullah, rule of the games. Allah menetapkan bahwa semua manusia akan mati. Namun kapankah tepatnya kita akan mati, mati dengan cara bagaimana dst adalah tergantung pada usaha kita, doa kita, berbagai faktor lainnya dan rahmat Allah. Oleh karena itu, taqdir kita akan selalu berubah-ubah, dari detik satu ke detik lain, menyesuaikan dengan usaha kita. Allah telah menetapkan rule of the games bahwa kita akan mendapatkan amal jika berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan akan mendapatkan dosa jika berbuat kemaksiatan. Namun sampai seberapa banyak amal yang kita dapatkan, sejauh mana manfaat dan hikmah yang kita peroleh, itu sekali lagi tergantung pada usaha kita dan faktor lain. Saat kita melakukan kejahatan, Allah pun akan menimpakan ganjarannya pula buat kita. Namun, karena Allah adalah maha pengasih dan penyayang, Dia masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertobat dan memperbaikinya. (ini menjawab kegrundelan kita, mengapa ya.. orang yang baik justru cepat meninggal sementara orang yang kita anggap jahat justru hidup lebih lama.. Namun, jika waktu pengampunan tersebut tidak kita manfaatkan, maka azab Allah pun akan turun.

Takdir sebagai sebuah resultante gaya, hanya berlaku untuk manusia. Tidak demikian halnya dengan hewan, tumbuhan dan makhluk lainnya, baik yang hidup maupun mati. Sunatullah atas makhluk tersebut bersifat mutlak.. Mengapa demikian ? Ya, begitulah cara Allah untuk membuktikan bahwa kelebihan akal membuat manusia memang lebih spesial dari makhluk lainnya.

Sumber gambar di sini

5 thoughts on “Mengubah Taqdir – Agus Mustofa

  1. takdir seperti prisma segi tiga, yang ke 4 sisinya merupakan wujud dari ketetapan yang di tulis allah pada tiap-tiap jabang bayi yang berusia 120 hari. 3 sisi yang mengelilinginya adalah rizki, ajal dan amal perbuatan. sedangkan 1 sisi dasarnya adalah baik/buruk merupakan variable dari 3 sisi yang mengelilinginya. 4 sisi inilah yang selalu di mainkan manusia selama hidup di dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s