Pondok Cau yang Jarang Cau..(Pisang)nya

Satu yang kusuka dari masa kuliah adalah seringnya kami turun lapang ke desa-desa. Banyak pengalaman yang didapatkan, yang membuat kami selalu bersyukur.

Pengalaman turun lapang pertama kami adalah saat matakuliah sosum, yang jadul dikenal dengan nama sosped. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan disebar ke beberapa desa untuk melakukan analisis sosial berdasarkan topik yang telah ditetapkan. Ada yang disebar ke desa Cibunian dan Ciasmara, dan kelompokku kebagian di dusun Pondok Cau. Dibandingkan kelompok lain, maka perjalanan yang harus kami tempuh untuk sampai ke desa sangatlah mengesankan. Sangat jauh dan wow.. sungguh menegangkan.. bebatuan yang besar-besar menjadi alas jalan.. angkutan yang ke sana pun sangat jarang, hanya pada pada pagi hari-siang, dan itu pun hanya 2 rate.

Berbeda dengan kelompok lain, yang ditempatkan pada desa yang bertipe pertanian sawah, maka komunitas yang kukunjungi adalah desa bertipe perkebunan, tepatnya kebun teh. Wilayah ini berada pada hamparan luas perkebunan teh yang dioperasikan PTPN. Banyak pertanyaan yang terbersit, kok ada ya.. perkampungan di tempat yang sedingin dan seterpencil ini.. Temanku berargumen, sepertinya isolasi ini disengaja deh.. oleh pelaksana tanam paksa Belanda jadul untuk mengisolasi buruh teh, sehingga mereka tidak melarikan diri.

To be continued🙂

Dengan elf inilah kami menyusuri jalanan bebatuan tanpa akhir itu, meskipun jalan tak rata, penduduk lokal tetap berani menguji nyalinya dengan duduk di atas kap mobil

Dengan elf inilah kami menyusuri jalanan bebatuan tanpa akhir itu, meskipun jalan tak rata, penduduk lokal tetap berani menguji nyalinya dengan duduk di atas kap mobil

Di antara tanaman teh, Mitra Desa di Cigarehong, beberapa km dari Pondok Cau

Di antara tanaman teh, Mitra Desa di Cigarehong, beberapa km dari Pondok Cau

to be continued

Makan di kebun teh setelah wawancara, bener2 menyenangkan.. meskipun setelah itu harus berjalan kaki hingga berkilo-kilo menuju rumah pak dusun

Makan di kebun teh setelah wawancara, bener2 menyenangkan.. meskipun setelah itu harus berjalan kaki hingga berkilo-kilo menuju rumah pak dusun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s