Drum Line

Drum Line adalah film apik berikutnya yang kurekomendasikan untuk ditonton. Film ini akan menjadi pembelajaran yang bagus banget buat kita. Keunggulannya adalah menampilkan tema yang jarang dibahas orang, yaitu marching band.

Film ini menggambarkan bahwa di barat, marching band adalah kegiatan seni profesional. Ada sekolah yang khusus didirikan untuk mencetak pemain-pemain MB yang handal. Para muridnya pun bangga menyandang status sebagai pemain MB, karena ini adalah profesi yang bisa diandalkan. Di Indonesia, MB hanya sekedar kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan sampingan, pengisi waktu luang. Dan bagi institusi yang mengadakannya, MB hanya pembentuk citra, siap dipamerkan kapan saja, saat karnaval atau parade.

Secara garis besar, film ini menceritakan seorang anak kulit hitam yang berbakat musik, namun tak berpendidikan. Pada suatu saat, dia mendapatkan kesempatan mengikuti sekolah khusus yang mendidik para pemain MB. Bakatnya yang besar pun jadi pertaruhan. Bakat besar yang dimilikinya tidak membuatnya semakin maju, justru sebaliknya. Dia menjadi sombong, individualis dan enggan untuk belajar, beradaptasi dan bekerjasama dengan anggota tim yang lain. Dia selalu menganggap yang lain adalah kompetitor. Namun seiring waktu, akhirnya dia belajar. Bakat memang bukan segalanya, yang penting adalah bagaimana kita mengolah dan menempatkan bakat itu sesuai porsinya. Ya, IQ memang bukan segalanya, yang penting SoQ, SpQ dan EQ kan..

* Sumber gambar di sini

4 thoughts on “Drum Line

  1. Jadi pengen nanggepin untuk kalimat ” Di Indonesia, MB hanya sekedar kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan sampingan, pengisi waktu luang. ”

    Ga semua lho bu, misalnya MB kampus, mau UI (tanya uswah) atau ITB (akhir2 ini), atau beberapa yang laen, MB tu bukan sekedar sampingan dan pengisi waktu luang….

    Ga sedikit orang di dalamnya yang bener – bener hidup untuk MB, bener – bener mikirin kehidupan MB, baik materi lagu, latihan, display, alat, kostum, dan keberlangsungan si MB itu sendiri tahun – tahun kedepannya…

    Ada beberapa yang kadang malah mengorbankan waktu belajarnya demi kepentingan MB, ga sedikit pula yang udah alumni tapi masih mau dateng, nglatih, ngasi materi display, nyumbang apapun yang bisa disumbangin buat MB tercinta, hehehe..

    Dan alumni MB ini, walaupun kerjanya teknis namun masih sering juga maen musik yang menghasilkan duit juga, misal bikin BB, trus tampil di kompetisi – kompetisi, festival dan “ngamen” di kafe – kafe…

    Begitu… cuma mau sedikit berbagi ^^

    • Iya buw, thx infox.. Memang tidak bs dnafikkan bhw pada tempat2 tertentu seperti yg yanu sebut tadi mb memang mule dkelola profesional..(dari crita2x uswah yg memang mb-er..) Tapi bagaimana pun, secara umum di Indonesia hal itu d’anggap blm lazim buw.. Yah, memang banyak hal yg blm dkelola optimal d negara ini..

      Tapi smg aj ntar ad yg ngmbl mb indonesia sbgai latar filmx ya..biar bnyk org yg trtarik..biasax qta bru ngeh mengenai berbagai hal kalo dah d’angkat ke media kn..hehehe..

      Sx lagi, thx bwt infox yan.. Senang dapat banyak masukan darimu..
      -dewi-

  2. meski udah lama—hahaha, dua tahun yang lalu yah, umur thread ini, tertarik juga buat berkomentar—antara lain karena sudah nonton filmnya tiga kali, hahahaa.

    pertama, kampusnya Devon itu, si pemeran utama, bukan khusus untuk marching band. Itu kampus biasa, dan marching band pun kegiatan siswa after school. Tapi memang di AT (atlanta ya), marching band itu ekskul utama sehingga jadi andalan.

    banyak kampus-kampus di amerika seperti itu dengan ekskul yang berbeda. ada kampus yang punya jagoan-jagoan di NCAA, liga basket mahasiswa itu yang jadi salah satu jalan ke NBA, ada kampus yang hebat di atletik, dan lain-lain macam olahraga. bahkan cheerleaders juga dihargai sedemikian.

    karena olahraga dan banyak kegiatan seperti marching band itu manfaatnya juga luar biasa untuk pengembangan diri, mereka yang terlibat dapat penghargaan macam-macam, mulai dari beasiswa, kurikulum khusus dengan jam belajar khusus pula, hingga fasilitas asrama.

    sekarang, di indonesia olahraga dan ekstrakurikuler mulai dapat tempat yang pantas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s