Perahu Layar..


“Yuk kanca ning nggisik gembira.. (Yuk teman ke laut bergembira)
Alerap-lerap banyuning segara (Berkilau-kilau air lautnya)
Angliak numpak perahu layar (Hendak naik perahu layar)
Ing dina minggu kepariwisata.. (di hari Minggu berpariwisata)

Alon prahuné wis nengah.. (Perlahan perahunya sudah ke tengah)
Byak..byuk..byak..banyu tinelak ( byak byuk byak, airnya pun tersibak)
Ora jemu-jemu katon esem ngguyu (tidak pernah bosan, terlihat senyum dan tertawa)
Ngilangaké rasa lungrah lesu  (menghilangkan rasa lemah lesu)

Adek njawil mas, jebul wis sore (adek mengingatkan mas, ternyata sudah sore)
Witing kelapa katon ngawe-awe.. (Pohon kelapa terlihat melambai-lambai)
Prayogané becik bali wae (Sebaiknya pulang saja)
Dene sesuk esuk tumandang nyambut gawe..” (Karena besok akan bekerja..)

Ini adalah lagu favorit campursari kami sekeluarga. Saat menjelang magrib, biasanya kami bersantai di teras rumah. Bapak dan ibu duduk di bangku, sementara aku dan mbakku ngglesot di lantai sambil menikmati pemandangan di halaman rumah. Mulailah bapak rengeng-rengeng menyanyikan tembang itu. Tak mau ketinggalan, aku pun biasanya ikut menimpali.. Dengan cengkok ngasal, yang jauh dari cengkok campursari, he3.. Tak hanya itu, maka kami pun menyanyikan tembang-tembang yang lain, hingga magrib menjelang. Tak hanya rame oleh keluarga, tetangga sebelah rumah pun terkadang ikut nimbrung. Hmm, ritual yang sudah sangat jarang kami lakukan.. I’m missing it..

6 thoughts on “Perahu Layar..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s