Pati yang Makin Rieut..

Tiap pulang ke Pati, ada saja perubahannya. Tapi satu yang makin ajeg atau bahkan tambah rieut, LALU LINTASnya.. Hmm, sebenarnya ini juga pasti terjadi di kota-kota lain. Jumlah kendaraan bertambah, namun sarana tetap sama kualitas dan kuantitasnya. Di sisi lain, etika pengendaranya makin bar-bar, dengan logo asal cepat, peduli amat yang lain bisa selamat..

Dalam berkendara (motor), aku lebih suka alon asal kelakon.. Toh, tanpa buru-buru pun waktu yang kutempuh pun tidak akan selama waktu berkendaraan umum. Jauh lebih singkat. Daya jangkaunya juga lebih luas.. Jadi, untuk apa mengebut..

Kalau ada yang ngebut, biasanya nyengir saja atau panaskan suasana dengan menekan klakson sekeras-kerasnya dan menyalakan lampu. Seperti tadi sore saat perjalanan menjenguknya di rumah sakit bersalin. 2 Bis antar kota antar propinsi berjalan beriringan dari arah berlawanan dengan kecepatan rendah. Jalan yang lebarnya 5 meter pun tersisa tinggal 1 meter. Aku pun menepi dan memelankan motor. Tiba-tiba dari arah belakang bis tersebut muncul motor yang berniat menyelip bis tersebut, dengan kecepatan yang cukup kencang. Kendaraan lain yang searah denganku pun jadi panas dengan ulah pengendara motor tersebut. Jalan sudah sesempit itu namun dia tetap memaksakan menyelip, tanpa memikirkan kami yang melaju dari arah berlawanan. Maka kami, 3 motor dan 1 mobil pun berame-rame menekan klakson untuk memperingatkannya. Dia masih cuek, tetap menyalip 1 bus pertama. Kami tidak mau mengalah, tidak mau menepi turun dari jalan karena merasa pada jalur yang benar. Mobil yang berada pada barisan 1 terus menekan klakson. Akhirnya kekekeuhan kami mendapat hasil dan sopir bis yang akan disalip pun menekan klakson, saat motor tersebut berada di sampingnya dan jarak bis dengan mobil tinggal 2 meter. Motor tersebut memelan mendadak dan masuk kembali di antara 2 bus itu. Heh..benar-benar kesal..!

Di jalan, aku harus selalu menjaga jarak dengan kendaraan lain, terutama yang berada di depan kita. Kenapa ?untuk mengantisipasi banyaknya kendaraan yang tiba-tiba membelok tanpa memberikan tanda sebelumnya. Hal ini sempat dialami Bapakku. Beliau jatuh karena kesenggol motor lain yang tiba-tiba membelok. Baru sekali inilah bapakku jatuh setelah berpuluh tahun nglaju dengan motor. Maklum, beliaupun memegang prinsip yang sama denganku saat berkendara. Buah tak jauh jatuh dari pohonnya ya..

Hal lain yang patut diwaspadai saat berkendara malam di Pati adalah seringnya menemui motor yang tak menyalakan lampu. Entah sengaja tak dinyalakan atau memang lampunya lagi rusak. Padahal, lagi-lagi tentu saja ini sangat berbahaya.. Hmm, pokoknya banyak hal yang membuatku lebih ekstra hati-hati untuk bermotor di Pati saat ini.

One thought on “Pati yang Makin Rieut..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s