Jika mudik..

Dulu, saat kuliah, mudik adalah kata yang jarang kulakukan. Ada dunia pertemanan dan perkuliahan yang menyedotku ke dalam kegairahan hingga mengalihkanku dari kata mudik. Kini, saat mulai bekerja, maka kata liburan pun identik dengan kata mudik. Berapa pun hari liburnya, aku selalu menyempatkan mudik. Mengapa..? Pasti banyak alasannya, dan semuanya masih bisa ditelusuri dari postingan-postingan di blog ini.

“Mbok, mo ngapain aja di rumah selama 2 minggu libur..” demikian ujar seorang teman saat kami chat beberapa hari lalu. Beberapa waktu yang lalu seorang teman juga pernah bercurhat,”Aku ga tahan kalau liburan di rumah sampe lama..ga tahu musti ngapain !”. Jawabanku untuk pertanyaan dan curhatan itu adalah.. Ada buanyak hal yang bisa kulakukan saat di rumah, bahkan terkadang banyak pula yang belum sempat dilakukan saat liburan itu sudah berakhir. Lho kok begitu ?

Beruntunglah rumahku di pinggir jalan, jadi lekas kotor oleh debu. Akibatnya, aku harus rutin membersihkan semua barang di dalam rumah 🙂 Beruntunglah, ibu dan bapakku orang yang sangat suibuk namun tanpa assistant, sehingga bantuanku selalu dibutuhkan setiap saat. Beruntunglah rumahku dipenuhi banyak tanaman yang harus kupelihara setiap waktu. Beruntunglah hewan piaraan bapak ibuku banyak, hingga aku harus mengurusinya pula setiap saat. Di luar hal-hal yang terkait rumah, beruntunglah aku punya nenek yang rumahnya juga buesar dan sebagian hidupku juga kuhabiskan di dalamnya, jadi aku pun merasa bertanggung jawab juga untuk pemeliharaannya. Di luar rumah mbah, beruntung aku punya banyak teman yang sebagian masih standby di Pati..sehingga bisa kukunjungi/kutelpon setiap saat. Beruntung pula aku punya rasa penasaran yang sangat tinggi sehingga tempat-tempat kecil yang nyempil di Pati pun jadi objek yang menarik untuk dieksplor.. Beruntunglah aku punya banyak tempat kenangan yang sering pula kukunjungi untuk sekedar memuaskan kerinduan akan masa lalu. Beruntunglah Pati punya berjuta potensi wisata kuliner, yang baru kusadari akhir-akhir ini dan sebagian besarnya ternyata belum kueksplor.

Intinya, aku selalu bersyukur dengan eksistensiku sebagai manusia yang bisa menikmati hal-hal kecil yang terjadi setiap detik dalam hidupku. Hal-hal itulah yang membuatku selalu sibuk, baik secara fisik dan psikis saat di Pati. Hal inilah yang membuatku bisa menikmati tidur siang yang juarang kulakukan jika berada di tempat lain. Hal inilah yang membuat waktu seakan berputar lebih cepat. Hmm, intinya Pati memang my lovely hometown. Tak sedikit pun aku mengalami kebosanan di kota ini, meskipun dinamikanya memang hampir tiada terasa.

Mudah-mudahan pembaca pun tak mengalami kebosanan saat di kampung halaman. Bukalah semua indera, niscaya semuanya pun terasa baru dan membuat penasaran. Nikmat atau tidaknya sesuatu tu, tergantung dari point of view kita kok, demikian seorang teman berkata.
Selamat berlibur buat yang lagi berlibur sepertiku 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s