Mengurai Persahabatan The Kite Runner

Novel ini mungkin telah menjatuhkan hati banyak orang. Lihat saja testimoni yang terpampang di cover depan dan belakangnya. Menjadi 1st New York Times Bestseller dan telah bertengger di daftar tersebut selama 2 tahun. Telah terjual di seluruh dunia hingga 8 juta kopi dan telah diterjemahkan ke dalam 42 bahasa. Oleh karena itulah, penulisnya, Khaled Hosseini, dimasukkan dalam 100 tokoh berpengaruh 2008 versi Time. Selain itu, banyak pula teman-teman yang telah memilihnya sebagai buku favorit mereka.

Karena itukah aku tertarik pada buku ini..? Sebenarnya awal ketertarikanku adalah karena tema yang diusungnya: persahaban dan relationship antara bapak-anak. Kedua adalah karena latarnya, Afganistan. Sejauh ini novel yang ditulis oleh penulis bernama Arab/ Islam yang pernah kubaca baru berlatar di Turki dan Spanyol. Jika sekarang aku membaca tentang Afganistan, pengetahuanku tentang negara yang telah diobrak-abrik oleh perang saudara dan Bush ini pun sedikit lebih mendalam.

Kenapa baru sekarang dibaca.. Ya, novelnya saja baru kubeli. Lama amat, kan sudah ada sejak setahun kemarin. Yah, begitulah aku. Agak selektif membeli novel, apalagi jika penulisnya belum kukenal. Sebaliknya, jika penulisnya sudah kukenal dan aku nyaman membaca karya-karya sebelumnya, maka karya terbarunya akan selalu jadi incaran, harga yang mahal pun tak jadi masalah. He.he.

Novel ini kubeli beberapa hari lalu saat eksplor shopping jogja karena buku target buruanku belum ada dan harganya bisa turun hingga 38 ribu.

Dan, terbuktilah semua testimoni itu. Buku ini memang enak dibaca, bahasanya mengalir, tidak rumit dan plotnya pun sederhana. Beda banget dengan 2 buku islami sebelumnya yang bahasanya berbunga-bunga dan berkonteks tinggi. Dalam waktu 5 jam,The Kite Runner pun tandas (Bandingkan dengan My name is Red dan di Bawah Bayang-Bayang Pohon Delima baru kutuntaskan setelah sebulan lebih). Tak hanya itu, buku ini juga memperpanjang daftar buku yang membuatku harus berhiks-hiks ria saat membacanya. Hehehe.

Novel ini menceritakan persahabatan Amir, anak majikan dan Hassan, anak pembantunya. Mengambil latar di masa sebelum Afganistan mengalami perang saudara (tahun 70an) hingga tahun 2000an (di Afgan-USA). Persahabatan ini mengalami masa naik turun, sama seperti hubungan Amir dan Bapaknya. Bedanya, jika hubungan Amir dan bapaknya berakhir sementara dengan kebahagiaan, namun hubungan Amir-Hassan berakhir tragis. Ada kejutan-kejutan yang ditampilkan di bagian menjelang akhir. Apakah itu..? Tidak seru kalau diberi tahu detilnya kan..he.he. Selamat membaca..

2 thoughts on “Mengurai Persahabatan The Kite Runner

  1. persahabatan yg tragis…
    terlepas dari nilai plus novel ini, saat aku sampai pd sampul terakhir, ada yg mengganjal….sudut pandang tokoh (bpknya) yg ‘amerika banget’ dan keputusannya untuk ‘melarikan diri’ dari perjuangan afgan. …itu mah pendapatku aja 🙂

    • huehehe, thanks udah mampir.. salam kenal yah..

      emm, kalo saya si tidak bisa “menyalahkan” juga keputusan itu.. kalo membaca “selimut debu” agustinus wibowo maupun “three cups of tea” nya Greg Mortenson, saya bisa memahaminya.. alasan bapak tersebut tidak jauh berbeda dengan ribuan manusia Afgan yang bersedia menjadi manusia perahu selama berbulan-bulan untuk masuk ke Australi secara ilegal (melewati wilayah Indonesia)..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s