Nyontreng 4d first time in my hometown

Yuppi.. Akhirnya kesempatan nyontreng itu terpenuhi juga.. This is my first time nyentang.. Untuk Jawa, istilah nyontreng lebih dikenal dengan kata nyentang atau nyawang..
Mosok pada umur setua ini aku baru nyontreng sekali.. Ya iya..

Officially, aku sudah menjadi peserta pemilu 2 kali. Namun pada tahun 2004 aku nyoblos. Jadi, baru sekali inilah aku nyontreng/nyentang (ya iyalah, ini juga berlaku buat semua orang Indonesia yang terdaftar dalam DPT dan menggunakan hak pilihnya tahun ini kaleee..).

Pagiku diawali oleh beberapa sms dari beberapa teman yang isinya adalah gunakan hak pilih, jangan golput. Ya iyalah, dari dulu golput memang tak ada dalam kamusku. Aku tetap akan memilih. Meskipun semua pilihan adalah buruk, tapi pasti ada yang terbaik dari yang terburuk kan.. Jadi aku tetap akan memilih. Demikianlah argumenku pada seorang teman yang berniat golput beberapa waktu lalu.

Beberapa menit tiba di rumah (dari perjalananku dari seberang pulau), datanglah sms dari temen kecilku, yang isinya mengingatkanku untuk mencoblos partai tertentu. Hmm, masih saja yah.. Saat terakhir begini. Namun ternyata kenyataan bicara lebih banyak. Ibuku setelah pulang dari pasar menceritakan adanya serangan fajar di depan pasar. Bapakku menuturkan adanya sarapan gratis sebelum memilih di rumah seorang caleg. Dan banyak cerita-cerita lain soal praktek money politic. Terlepas dari bener atau salah, tapi hal itu sudah terjadi sejak zaman duluu kala. Di setiap momen pemilihan, terutama pemilihan kepala daerah secara langsung oleh warganya dapat dipastikan bahwa praktek itu terjadi, dalam berbagai bentuk.

Money politic, terlepas dari salah/benar, terlepas dari bahwa praktek inilah yang mendorong tingginya praktek korupsi oleh anggota dewan, karena prinsip balik modal secepatnya yang mereka anut, maka bagiku money politic adalah trickle down effect. Sedekah dari orang kaya ke masyarakat. Jika tak ada mekanisme semacam ini, mungkin tak akan ada orang kaya yang mau bersedekah sebanyak itu secara langsung kepada masyarakat sampai kapan pun.

Ketika tiba di TPS, aku surprise dengan antusiasme warga di lingkunganku untuk mengikuti pemilu. Hampir ratusan orang yang mengantri. Padahal sebelumnya banyaknya angka golput menghantuiku, berita mengenai banyaknya warga yang tidak terdaftar DPT juga membuatku pesimis.

Tapi apakah antusiasme warga yang tinggi ini berpengaruh pula pada tingginya atau berkualitasnya pilihan mereka. Wah, kayaknya belum tentu juga. Banyak pemilih yang bingung saat membuka kertas suara. Di manakah mencontrengnya (berakibat pada banyaknya suara tidak sah), kira-kira mana yang harus dicontreng (benar-benar seperti memilih kucing dalam karung). Hal inilah yang membuat pemilih betah berada di dalam bilik suara. Belum lagi bagaimana melipat kembali kertas suara tersebut. Tadi, ada seorang nenek yang berada cukup lama di dalam bilik, hampir selama 7 menit. Kenapa? Bingung nyontreng yang mana yah.. Bukan, ternyata dia bingung melipat kembali surat suaranya. Sejak itu, petugas pun menawarkan bantuan pelipatan di luar bilik, mengingat jumlah antrian yang masih demikian banyaknya. Jika tak diantisipasi, dengan bantuan tersebut, jumlah pemilih akan terus menumpuk jika setiap pemilih makin lama di bilik karena bingung melipat. Padahal 2 jam lagi pemungutan suara harus ditutup.
Pelajaran banget memang, semoga kesulitan teknis tidak terulang lagi (maksudnya, jumlah partainya jangan banyak, paling banyak 10 partai saja deh..)

4 thoughts on “Nyontreng 4d first time in my hometown

  1. wi sama, aku juga pertama kali nyontreng seumur2, hehe. di luar negeri pula. di sini aku ngga ke TPS, surat suaranya dikirim. bulan Juli ntar nyontreng lagi yuk

  2. Surat suarax dikirim ke sini..lho kok g nyampe k aku y..he.he.he

    Wah, niatx si nyontreng mb, tapi tergantung pada si dompet, apakah dia mau membagi sbagian isix untuk pati-bedugul p.p atau tidak.. Masih 2 bulan ya, berarti dari sekarang dompetx mst takrayu dulu ni..he.he

  3. Wah wi, melihat tulisanmu/ceritamu aku pingin koment terus, tapi gpp ya, jagn bosen lo wi ;0.
    Pertama :
    aku setuju bgt n sependapat klo jgn ada kata Golput dalam “kamus” kehidupan kita, soalnya itu adalah hak dan juga kewajiban kita sebagai warga negara yang sudah memiliki hak pilih. Kita tidak bisa bilang bahwa tidak ada yang bisa dipercaya lagi u/memimpin bangsa kita ini(Salah besar dalam kamus hidupku) sebab insya…pasti ada yang masih baik dari sekian banyak yang tidak baik. untuk itu diperlukan kecerdasan kita sebagai masyarakat untuk memilih, menimbang dan memutuskan pilihan kita. Keputusan MUI mengharamkan Golput itu juga bukan sesuatu keputusan yang “nongol” begitu saja karena para cendikiawan itu telah mencurahkan pemikirannya dengan data dan referensi yang tidk bisa dibilang tidak valid karena perlakuannya diulang 3 kali ( he….bcanda wi…)dan juga yang harus diingat kita juga DIWAJIBKAN mengikuti kesepakatan para cendikiawan/ulama atau PEMIMPIN kita.
    Kedua :
    Money Politic yang dirimu bisa anggap “Sedekah dari orang kaya ke masyarakat”itu diriku g setuju tuh bu….
    Yang namanya sesuatu yang BAIK itu harus DIDAPATKAN dan DILAKUKAN dengan CARA YANG BAIK pula baru dia bisa dikasih label “HALAL”n barokah buat yang ngasih n yang dikasih.
    Wah panjang bgt ya….:(

  4. @ mas inock, soal Yang namanya sesuatu yang BAIK itu harus DIDAPATKAN dan DILAKUKAN dengan CARA YANG BAIK pula baru dia bisa dikasih label “HALAL”n barokah buat yang ngasih n yang dikasih… saya sepakat.. masalahnya saya ga tahu, apakah uang yang dibagikan itu halal ato tidak.. trus apakah digunakan oleh penerimanya untuk yang halal ato tidak.. makanya saya berusaha berpikir positif aja.. kesannya jadi permisif ya.. hehe, maklum mas, masih sinau..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s