Gelas Bambuku

Maaf… hanya bisa bingkiskan

gelas bambu ini untukmu

Itupun karena kau pinta

Maaf jika hanya kubalut kertas kusam

Penuh noda di setiap sudutnya

Karena kutiada

Tapi kuharap percayamu

Aku telah membungkusnya dengan hati-hati,

sangat hati-hati…

Nampak tak ada harga

karena masih tampak lipatan tak beraturan

yang khas muncul dari tangan tak terampilku

Yakinlah, kala ruas pertamanya terpotong

kuikhlaskan hatiku

kukikis habis hasratku

tuk dapatkan gelas bambu sama

ataupun gelas kaca, perak ataupun gelas berkilau lain darimu sebagai balasnya

Kutanam dalam hati yang slalu liar penuh gelora

satu asa

Gelas rapuh ini bisa kau pakai

untuk sementara… Hanya sementara…

Karna kusadar, bahwa aku hampa

sementara kau terlalu penuh dan nyata

Aku ikhlas

jika gelas bambuku kau golekkan kembali

Aku rela gelas bambuku tersudut di bayang gelap lemari

kala gelas kaca terulur dari tangan lain yang terampil nan halus

kala gelas perak hadir rapi terbalut kertas warna-warni

Jangan khawatirkanku

Jangan ragukanku

Karena ku kan bertahan di sudut itu

Tuk lantang teriakkan

“Sahabat, aku  bangga melihatmu kembali ceria

Seperti semula, bahkan lebih bermakna”

Nada rendah bisikkan dengan lirih

“Tolong jaga gelas bambuku

Kupercayakan

Kutitipkan….

Jika gelas kacamu nanti pecah

Jika gelas perakmu nanti berkarat

Mungkin ia kan guna kembali

Namun kuragu…

Karna kutahu gelas bambuku tak akan sekuat itu……

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s