Jollong yang Tak Sedingin Dulu..

Jollong adalah sebuah wilayah yang terletak di lereng Gn. Muria, terkenal sebagai penghasil kopi, karena di sana ada pabrik kopi yang dikelola PTPN IX. Jika merujuk pada kopi yang hanya mampu tumbuh di ketinggian 1000 – 2500 m, maka ketinggian Jollong bisa disimpulkan pada kisaran tersebut. Aku tidak punya data untuk memastikannya.

Dengan ketinggian tersebut, wajar jika suhu di Jollong terkategorikan sangat dingin. Namun terakhir saat ke sana, suhunya jauh sekali meningkat. Suhu dingin baru bisa dirasakan ketika angin bertiup. Penuturan warga setempat yang kutemui dan kuajak mengobrol di Masjid Nurul Huda, masjid yang terletak di bawah kompleks pabrik kopi, menegaskan peningkatan suhu tersebut, “Memang sudah tidak sedingin dulu, namun masih tetap lebih sejuk dibandingkan Pati dataran”.

“Sudah tidak dingin lagi, karena gunungnya sudah gundul, ”  demikian tambah seorang  ibu petugas koperasi ketika aku membeli sekilo kopi produksi pabrik tersebut. Selain karena hembusan anginnya, maka dinginnya Jollong baru bisa dirasakan ketika aku mengambil air wudhu di masjid.

Yah, gundulnya gunung Muria  (aku lebih sepakat menyebutnya pegunungan, karena fisiknya dibentuk dari beberapa gunung/bukit) berdampak cukup signifikan bagi masyarakat Pati yang tinggal di sekitarnya. Suhu tidak dingin lagi dan debit air tanah berkurang siginifikan. Demikian pula dengan debit pada dua waduk buatan yang berlokasi di sekitar wilayah pegunungan tersebut. Jika dibiarkan terus menerus, maka predikat Pati sebagai kota yang puanas.. dan kuering.. saat kemarau, namun banjir saat penghujan  akan semakin menempel.

Hmmm…

Pabrik Kopi Jollong PTPN IX

Pabrik Kopi Jollong PTPN IX

Iklan

14 thoughts on “Jollong yang Tak Sedingin Dulu..

  1. Pertama aku sangat menyukai kopi,,dulu waktu aku masih STM aku pernah berkemah disana mungkin sekitar tahun 2001,waktu itu udaranya dingin & berkabut walau di siang hari,apalagi kalau di malam hari….uuuhhhh bisa di bayangkan aja….
    tapi kemarin waktu aku kesitu hawa dingin yang pernah aku rasakan seakan telah menghilang,mungkin karena hutan daerah sekitar yang telah gundul penyebabnya,
    oh ya kalau ada lowongan kerja di situ aku di beritahu ya, aku cuma lulusan STM,,makasih

  2. jollong memang sudah tidak seperti dulu lagi,,,karena penebangan yang sekarang sering dilakukan,,,dan jollong sekarang sudah sepi tidak seperti dulu…ayah q bercerita bahwa jollong dulunya sangat menyenangkan karena masih sngat sangat alami…tapi karena bumi sekarang mengalami pemanasan global jadi suhu dijollong pun menjadi agak panas…taoi tetap sejuk….

  3. Jollong tak dingin lagi bung…….. hutannya sudah dijarah,selanjutnya ditanami kopi dan kapulogo penjarah.tapi petugasnya pura-pura tidak faham habis petugasnya dapat bagian setoran tiap panen.kota pati tambah panaaassss!,banjir lumpur tiap tahun.

  4. 34 tahun Jolong kutinggalkan…., masa kecil selama 4 tahun aku disana dari 1973-1976, waktu itu aku masih TK-Kecil -Kelas II SD. Masih ikut PT Perkebunan XVIII. Suasana dingin sekali, siang sering berkabut, putih semua…. Kalo pas cerah pemandangannya indah…, Rumah besaran masih ada gk ya ? Naik kuda masuk perkebunan kopi…., mencari batu padas sambil mneyelusuri aliran air dari gunung… atau melihat pengiriman kopi dengan karung memakai tali dari Jollong II ke Jollong I…… itu dulu ya…

    Kini Jollong telah berubah banyak ya…. Kalo baca komentar kawan2x di atas, jadi ikutan sedih neh…

  5. Saya pernah tinggal di rumah “besaran” dr tahun 62-69, kebetulan orang tua wkt itu adalah administratur PNP/PTP 18 kebun Jollong. Yg sy ingat wkt itu, Jollong ini sangat dingin dan pasti indah sekali, dr dpn rmh, msh dilihat pemandangan waduk Gembong. Tdk jauh dr situ jg ada waduk buatan Gunung Rawa. Wkt sy tinggal disana msh ada binatang2 hutan spt monyet, lutung, kijang, ayam hutan dan kata orang msh ada harimau (sy ga pernah liat). Banyak kenangan yg sangat indah wkt tinggal disini. Tp yg tak kalah seram adalah pd wkt pemberontakan G30S/PKI suasana sangat mencekam krn daerah ini jg basis PKI. Pingin sekali satu saat kesana lg…tp boleh ga ya liat rumah “besaran” tmpt tinggal aku dulu? nostalgia….

  6. Aku adalah salah satu orang jollong yang kacil dan besar d sana,memang betul jollong sekarang sudah berubah dan pastinya sekarang panas dan gersang.apalagi aku sekarang tinggal d jakarta sudah hampir 13 tahun aku tinggalkan jollong tapi kadang masih teringat masa kecil d sana,sekarang aku sudah punya keluarga dan anak ingin rasanya mengajak mereka kesana

  7. Sebagai orang Rembang mendengar kata “Jollong” yang terkesan adalah “Dingin”,”kabut”, tapi komentar teman2 sekarang jollong panas…!! sama seperti Kota Malang sekarang juga panas… Piye jal….ngeniki. akankah haraus mencari dingin di kulkas..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s