Lombok 2nd Days : Bendungan Batujai Episode

Setelah dari Taman Narmada, perjalanan diteruskan ke pantai Kuta. Sebenarnya di sekitar taman Narmada ada 2 objek lain yang bisa dikunjungi, yaitu Pura Meru dan Taman Suronadi. Namun, karena banyak tulisan di blog yang tak merekomendasikannya, maka Taman Suronadi kulewatkan. Sedangkan pura Meru kulewatkan karena kupikir pasti tidak jauh beda dengan Taman Ayun.

Daripada berbalik ke kota untuk menuju Praya melalui Kediri, maka kami meneruskan perjalanan ke timur hingga melewati kecamatan Narmada. Wilayah Narmada yang tampak lebih subur dari wilayah lain. Saat wilayah lain tampak gersang dan persawahannya hanya mampu ditumbuhi palawija, wilayah ini masih dihiasi hijaunya padi. Berbagai kantor dinas yang terkait dengan pertanian terletak di wilayah ini.

Kami, aku dan pak Is si sopir, terus melaju ke timur hingga masuk masuk Kab. Lombok Tengah. Di perempatan Mantang yang ada masjid besarnya kami berbelok kanan menuju Praya. Di perjalanan, aku sempat melihat kampus Universitas Muhammadiyah Lombok dan STIKOM.

Praya adalah ibukota Kab. Lombok Tengah. Di sini, kita bisa melihat perkantoran dan berbagai fasilitas yang layaknya tersedia di ibukota kabupaten. Menurut teman, di sini ada pula kantor TTG LIPI yang terletak di belakang kantor KODIM. “Dilengkapi mess lho,” demikian ujar teman tersebut.

Dari Praya kita bergerak ke selatan menuju ke Batujai. Di sepanjang jalan tampak terlihat genangan air yang cukup luas. Aku tak terlalu menghiraukannya karena lebih tertarik pada gapura yang sering kulihat sejak keluar dari Narmada. Gapura ini adalah gapura yang sengaja dipasang oleh para calon jemaah yang akan berangkat naik haji pada bulan November ini. Gapura ini dipasang di halaman depan. Di gapura ini umumnya tertulis Mohon doa restu, semoga menjadi haji yang mabrur. Menurut Pak Is, gapura tersebut akan terus dipasang sebelum calon hajinya berangkat hingga dia pulang dari Arab. Mengapa demikian Pak..” tanyaku. “Ya buat pemberitahuan buat sanak keluarga yang belum tahu kalau dia naik haji sekaligus permohonan doa bagi siapa pun yang melihatnya,” demikian jelas Pak Is. Hmm, tradisi yang unik, meskipun menurutku ada sedikit kesan riya’ yang terkandung di dalamnya. Tapi itu bukan wewenangku untuk menilai kan.. Wallahualam..

Kembali ke topik, Pak Is menunjukkan bahwa genangan air itu adalah waduk/bendungan Batujai. “Ok, kita mampir ke sana ya Pak..” ajakku. Tepat di batas petunjuk Waduk Batujai Bumi Gora kami pun berbelok ke timur, masuk ke dalam. Kurang lebih 600 m tampaklah batu peresmian yang ditandatangani presiden Soeharto pada tahun 1976 atau 1978 ya.. (maaf, untuk yang ini aku lupa). Tak lama kemudian kami berhenti di pintu airnya.

Dari sini, waduk terbentang sangat luas, berbeda sekali dengan dua waduk di Pati yang luasnya tak seberapa dan telah mengalami penyusutan signifikan itu. Menurut Pak Is, luasnya kurang lebih 300 ha.

Jika menilik kasus Kedungombo, tak mungkin waduk ini dibangun tanpa merelokasi penduduk yang tinggal di lokasi itu sebelumnya. Ketika kutanyakan pada Pak Is, memang benar, ada beberapa desa yang sempat dipindahkan. “ditransmigrasikan keluarkah ?” kejarku. ” Tidak, cuma direlokasikan di sekitar sini-sini saja,” demikian jawabnya. (FYI, ada kajian yang dilakukan Universitas Mataram terkait sosek ekonomi penduduk sekitar waduk Batujai ini pada tahun 1988. Sayangnya, kajian ini diterbitkan dalam bentuk buku, tidak ada salinannya di internet). Lebìh lanjut pak Is menambahkan bahwa semula lokasi ini ditujukan untuk pembangunan airport internasional, namun entah mengapa berubah jadi waduk.

Secara fisik, aku juga agak heran dengan keberadaan waduk ini. Terletak di dataran, tidak dikelilingi perbukitan, seperti layaknya waduk-waduk di Jawa. Namun demikian, airnya tetap melimpah. Secara fisik, penyusutan luas hanya terjadi karena penutupan enceng gondok di tepi-tepi waduk. Tapi entahlah, bisa jadi memang terjadi penyusutan. Jika kulihat dari hasil surfingku tadi sore, waduk ini dilaporkan telah menyusut. Seberapa besar penyusutannya, aku tak terlalu memperhatikannya. Jika demikian, harusnya waduk ini lebih luas dari yang kemarin kulihat dong.. Wow.. Subhanallah..

Tak seperti waduk Kedungombo yang digunakan untuk wisata air, tak seperti waduk Saguling dan Cirata yang dipenuhi keramba ikan tawar, maka waduk ini relatif masih sepi dari eksploitasi manusia. Yang terlihat hanya beberapa orang yang memancing di tepi dan segerombolan kerbau yang digembalakan di sepanjang bibir waduk.

Memancing di tepi

Memancing di tepi

Hmm, setelah mengamati kanan kiri, minum beberapa teguk, menyelonjorkan kaki dan mengambil beberapa gambar, maka kami pun meneruskan perjalanan. Pantai Kuta, here we come..

batu juhi

Di menara air waduk Batujui, Praya Barat, Lombok Tengah

Di menara air waduk Batujui, Praya Barat, Lombok Tengah

CU on the next posting bout Kuta Beach.. 🙂

10 thoughts on “Lombok 2nd Days : Bendungan Batujai Episode

  1. Hehehe, makasi kunjunganx..slm kenal..
    Baidewe sy jg udah brkunjung k blog anda, tp ko susah y bwt mostingin komen, rada ribet gt..ujung2x gagal pula..heheh..tp yg jelas sy udah mampir ksna ya..

  2. bagi saya keberadaan bendungan di batujai merupakan bentuk usaha yang sia, mengapa saya katakan kayak gitu ? karena diwilayah batujai sendiri itu masih kekurangan air bagi petani disana, kata bapak saya yang salah satunya seorang petani disana mengatakan bahwa, padi yang dia tanam semua gersang karna tidak memperoleh irigasi yang baik.saya mohon kepada bapak SBY dan bupati kita yaitu mamik ngoh supaya memberi kami air supaya kami semua banjir

  3. Wah, info yg menarik..thx, Hal ini tidak saya tangkap saat itu karena memang saya hanya mampir ke Batujai, tidak sempat mengobrol dengan penduduk lokal. Semoga bukan kesia-siaan, namun kurang optimalnya pengelolaan. Dan smoga permintaan tersebut dibaca oleh pihak yang berwenang..
    Makasih kunjungan dan commentx.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s