A lesson from Puri.. A girl who died yesterday..

Berita sedih dan inspiratif kudapatkan hari ini. Seorang gadis yang baru saja kukenal, dari 5 tulisannya di kompasiana.com, meninggal kemarin, tanggal 29 Oktober 09.

Sama sepertiku, dia baru saja bergabung jadi penulis di kompasiana, meskipun telah menyimaknya sejak tahun 08, tahu pertama berdirinya kompasiana. Bedanya, dia telah berani mempostingkan tulisannya di kompasiana, sementara aku, hingga kini masih belum mempunyai keberanian itu.

Ada lima tulisan yang telah dipostingkannya, dari tanggal 16 Oktober 09 hingga tanggal 29 Oktober kemarin. Semua postingannya menginformasikan tentang kanker payudara, mulai dari tahapannya, hingga pengobatannya. Meskipun menulis tentang penyakit yang menggerogoti tubuhnya, semua tulisan dibawakannya dengan nada ceria dan optimis. Dibuatnya sangat ringan, meskipun semakin hari sakitnya semakin parah, bahkan mengantarnya pada kematian, kemarin.

Satu pelajaran kudapatkan hari ini. Ada harta yang bisa kita wariskan pada dunia, saat kita meninggal, meskipun kita berada dalam ketidakberdayaan, kepapaan dan kemiskinan. Tulisan, yap itulah dia. Apalagi jika tulisan tersebut adalah tulisan yang memberi informasi dan inspirasi bukan sekedar curhatan dan keluhan. Dunia ini sudah penuh keluhan, jadi simpanlah keluhan itu untuk diri sendiri. Ubahlah dia jadi rahmat bagi orang lain. Kupikir itulah yang ingin disampaikan Puri.

Kesakitan fisik yang dialaminya tidak membuatnya patah semangat, tidak membuatnya mengeluh dan protes pada Tuhan, mengapa ini harus dialaminya, di umurnya yang masih belia. Kesedihannya, keluhannya sepertinya hanya disimpannya sendiri, lalu dikonversikan jadi tulisan penuh keceriaan. Tak ada nada putus asa, rintihan atau bahkan tangisan di sana.

Dia sadar betul bahwa maut dapat menjemputnya setiap saat, karena itu di hari-hari terakhir, yang mungkin dilaluinya dengan kesakitan, disisihkannya untuk mempersiapkan warisannya, 5 tulisan.

Keceriaan dan optimismelah yang ingin dibagikannya pada dunia. Keceriaan dan optimismelah yang ingin dibagikannya pada manusia di sekelilingnya yang lebih suka menghabiskan hidupnya dengan mengeluh, protes dan emosional (aku ada di dalamnya).

Selamat jalan Puri, terimakasih buat warisan tulisan, warisan optimis dan semangatnya.. Aku belajar banyak darimu.. Smoga Tuhan menerima segala amalmu..

-deeadewie.wordpress.com-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s