“Sepi” jadi Ramai karena Ada Lagu Indonesianya

Akhir pekan adalah saat yang tepat untuk rehat (padahal tiap hari mah santai-santai juga.hahaha). Dan akhir pekan adalah saat yang tepat untuk mengupdate koleksi film !

Setelah sampai di toko VCD/DVD langgananku,aku segera mencari beberapa film yang direkomendasikan teman. Beberapa saat kemudian, “500 Days of Summer” yang ditayangkan di Jiffest 2009 pun kudapatkan.

Saat mengantri untuk mencoba cakram di player yang telah disediakan oleh toko, tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah DVD (bajakan). DVD itu tergeletak di tempat yang bukan semestinya. Saat kucek, ternyata tertulis DVD film Malaysia. Hahaha, film Malaysia pun kita bajak..!

Gambar dicopas dari Http://malaysia.movies.yahoo.com

Kubaca teliti covernya. Judul filmnya “Sepi”. Di sana dikatakan bahwa film ini memenangkan beberapa kategori dalam festival film Malaysia. Mmmh, jadi penasaran. Seperti apa si film ini.. Maka, kubelilah DVD itu.

Sore ini, film itu pun kutonton. Boleh dikatakan bahwa alur ceritanya just like “Love”, film terakhir yang dibintangi Sophan Sophian bersama Widyawati. “Sepi” menceritakan 3 kisah cinta 3 tokoh utama. Settingnya adalah masyarakat perkotaan Malaysia. Ringkasnya, dua kisah berakhir happy dan 1 kisah berakhir duka.

Objektif, tampilan film ini memang indah, so, bolehlah ia memenangkan kategori best sinematografi. Cara pengambilan gambarnya membuat lokasi syutting yang indah pun terlihat makin indah. Detil latar juga begitu diperhatikan dan jadi kekuatan gambar.

Satu yang membuatku surprise, gosip mengenai dominasi musik kita di Malaysia terbukti. Mengapa ? Karena ada 3 lagu Indonesia yang dijadikan soundtrack film ini.

Lagu pertama kukenali sebagai “Lagu Sepi”nya Yuni Shara. Awalnya ragu, tapi suara khas Yuni memang tidak bisa ditirukan siapa pun (sama juga seperti suaraku, suaramu..hahaha). Lagu kedua, meskipun awalnya hanya memperdengarkan instrumen tanpa vokal, teridentifikasi juga sebagai “Kembang Perawan” Gita Gutawa. Di akhir film, vokal Gita akhirnya diperdengarkan juga. Terakhir, meskipun dinyanyikan ulang oleh duo Malaysia dengan nuansa tak lagi pop balad, namun RnB, lagu Rosa yang diciptakan Melly Goeslaw pun masih bisa pula kukenali. Hahaha, nice..nice..

Sore inipun kututup dengan sedikit kebanggaan. Kebanggaan bahwa aku memiliki bajakan atas produk Malaysia (ni pantas dibanggain ga ya..xixixi) dan bangga karena musik kita merajai Malaysia..(hehehe, padahal mah banyak lagu kita yang memplagiasi lagu barat dan metal !! Melow total.. Melayu total..).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s