Panggilan Sayang di Amplop : Sebuah Inspirasi Malam Ini

Ananda. Bukan nama majalah anak lho yang kumaksudkan di sini. Namun adalah ananda, eufemisme untuk kata anak, just like kakanda untuk kata kakak, adinda untuk kata adik, ayahanda untuk kata ayah, atau ibunda untuk kata ibu.

Kalau bunda, mungkin mulai marak terdengar kembali akhir-akhir ini. Terutama sejak lagu “bunda” dipopulerkan oleh potret. Memang terasa manis ya.. Tak heran kini banyak ibu yang lebih suka dipanggil bunda, daripada ibu, mama, mami, mamak, ambu.

Terlepas dari kata bunda, kapankah anda terakhir mendengar atau dipanggil dengan sebutan-sebutan di atas. Apakah yang Anda rasakan..? Terlalu jadul, terlalu romantis, lirik lagu banget atau.. ?

Dulu, terlalu jadullah yang kurasa tiap membaca amplop paket atau surat yang dikirimkan bapak dan ibuku. Semuanya, tertulis kepada ananda Dewi Lestari. Tiap kali ada orang lain membacanya, malu rasanya. Malu ketahuan selera bapak ibuku demikian jadulnya..hahaha. Berasa seperti kembali ke angkatan lama sastra Indonesia. Hihihii..

Namun kemudian, yang terasa adalah, aduhai, betapa romantisnya Bapak ibuku ni.. Demikian sayangnya mereka padaku, hingga tak malu-malu menuliskan kata “ananda” itu.

*melenceng.com*
Hmm, kalau dipikir-pikir, mereka berdua memang romantis. Sampai sekarang, mereka masih mempertahankan panggilan sayangnya untuk memanggil satu sama lain. Dari zaman aku balita hingga sekarang, ibuku selalu memanggil bapakku “Tut” dan demikian sebaliknya. Ga pake malu, ga perduli di situ ada aku, saudaraku, atau bahkan tetanggaku. Suatu saat, tetangga baruku bahkan memanggil ibuku dengan nama Mbak Tut saking seringnya dia mendengar panggilan “Tut” dari mulut bapakku. Huahaha..

As i know, dari pengalaman sekitar, panggilan sayang biasanya hanya berlaku saat pacaran atau beberapa tahun sesudah pernikahan. Sesudah itu, paling yah-bu, ma-pa, mi-pi..Tapi Bapak ibuku mampu mempertahankannya hingga berpuluh tahun lamanya..!!

Ehmm, jadi terinspirasi. Kayaknya pengen memanggil pasanganku (ntar) dengan kata “nda”.. Jadul ? Biarin..yang penting romantis.. Hiya dunk.. Masa kalah dengan Bapak ibuku..xixixi. 🙂

Kalau kamu bagaimana..?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s