Betapa Bodohnya..

Pernah melakukan perbuatan bodoh ? Kalo aku si sering banget ! Sepertinya itu memang ciri khasku, bagian dari identitasku. Sudah berkali-kali dihindari, namun masih juga terjadi. Dan sering ! Ga percaya ? Berikut adalah dua contohnya. Baru saja kulakukan seminggu lalu.

Suatu sore, kuajak kakak sepupuku untuk pergi ke kondangan teman. Sebelumnya, kami harus membeli kado dulu di sebuah toko. Karena tak lama, kakakku menunggu di luar, masih di atas motor, lengkap dengan helmnya. Beberapa menit di dalam, barang yang kucari tidak ada. Segera ngeloyor keluar dari toko. Menghampiri kakakku. Kukatakan bahwa barang yang kucari tak ada, jadi sebaiknya kita pindah ke toko lain yang ada di jalan panglima sudirman. Si mas menoleh, membuka helmnya dan bilang, “Ya mbak, kenapa.. Mbak ngomong dengan saya ya..” Gubrakk, kok bukan kakak sepupuku. Hadowh, siapa dia..? Ke mana perginya kakakku..? Minta maaf dengan segera, ngacir dengan muka yang terasa hangatnya. Tolah-toleh mencari kakakku. Haa, ternyata dia di sana ! Masih duduk di atas motor dengan helm masih dikenakan. Dan posisinya belum pindah dari posisi awal ketika aku masuk ke dalam toko. Parkir di bawah pohon. Bodoh, kenapa bisa lupa !!

Kebodohan kedua terjadi di suatu siang, beberapa jam sebelum ke Bali. Aku sibuk menyiapkan barang-barang yang akan kubawa. Oya, kerupuk kesukaan belum ada. Maka berangkatlah aku dengan sepeda, ngontel dengan asiknya menuju toko langganan. Tak berapa lama kemudian sampai di toko. Kuparkir sepeda di halaman depannya. Lalu masuk dan belanja. Kemudian keluar dari toko lewat pintu samping. Menaruh kerupuk di keranjang dan mulai ngontel lagi. Beberapa ratus meter kemudian tersadar, lho ko sepedaku berubah warna, harusnya warna merah ko jadi hitam. Gubraaakkk !! Aku salah ngambil sepeda ! Segera berbalik ke toko lagi. Di sana seorang ibu dan anaknya tampak kebingungan mencari sepedanya. Hihihi, dengan muka yang kembali menghangat, kukembalikan sepedanya dengan keterangan secukupnya. Kukatakan bahwa aku salah ambil dan kutunjukkan sepedaku yang masih pada posisinya. Terparkir di depan toko, bukan di samping toko ! Huhuhuu, betapa bodohnya..

** Tulisan ini repost dari note facebook maupun blogku di kompasiana. Ngapain si nulis hal yang ga penting kayak gini. Mungkin sebagian orang akan mempertanyakannya. Entahlah, aku juga tak tahu. Bisa dibilang curhat, bisa juga dibilang upayaku untuk jujur pada diriku, upayaku untuk menampilkan diriku apa adanya, sebagai manusia yang sering melakukan kesalahan. Kuberharap dengan menulisnya, akan timbul kesadaran pada diriku bahwa itu adalah sebuah kesalahan yang harus kuperbaiki dari waktu ke waktu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s