Kok.. Birdy..

Sepertinya, pada tahun ini bulan Mei adalah bulan bulutangkis bagi Indonesia. Karena pada bulan ini tim putera dan puteri bulutangkis Indonesia berjuang di kompetisi piala Thomas dan Uber (meskipun hasilnya kita hanya jadi finalis dan semifinalis). Tidak mau terlewatkan momen tersebut, maka kali ini aku ingin membuat tulisan mengenai bulutangkis. Berbeda dengan tulisan yang telah banyak beredar, yang sebagian besar menganalisis pertandingan tersebut, mengapa kita kalah, apa evaluasi yang perlu dilakukan, dll, maka tulisanku ini hanya akan membahas benda sederhana namun sangat penting di bulutangkis, yaitu mengenai birdy atau yang lebih kita kenal sebagai kok, shuttlecock.

Sejak pertama kali permainan ini ditemukan hingga awal perkembangannya, ukuran, bentuk dan material penyusun kok tidak sama. Kok di Perancis berukuran dua kali lebih besar dari ukuran kok sekarang, tersusun dari 7 bulu unggas yang berwarna merah, putih dan biru sesuai warna bendera Perancis. Pada masa perang dunia, kok yang digunakan malah berwarna cokelat atau hitam.

Pada masa sekarang, kok telah distandarkan. Baik warna maupun ukuran. Umumnya warnanya adalah putih dengan ukuran lebar 64 mm, 70 mm dan bobot 47,4 gr – 55 gr. Untuk mencapai kecepatan ideal, maka berat kok yang digunakan di ketinggian, kelembaban dan temperatur berbeda pun harus disesuaikan. Untuk dataran tinggi, berat kok yang digunakan adalah seberat 48 gr. Sementara untuk daerah lebih panas, kok yang digunakan beratnya 49 gr. Sedangkan pada daerah permukaan laut, berat kok yang digunakan 50 gr. Sementara pada daerah dingin, kok yang digunakan berbobot 51 gr. Terakhir, pada daerah dingin di bawah permukaan air laut, kok yang digunakan berbobot 52 gr.

Seperti gambar yang tersaji di atas, kok terdiri atas bagian bawah yang menjadi dasar menempelnya bulu. Bagian ini disebut cork. Biasanya terbuat dari kayu gabus dengan diameter sepanjang 28 mm yang kemudian dibungkus dengan kulit kambing. Bahan cork paling bagus diambil dari bahan terluar batang atau akar pohon ek. Negara yang dikenal sebagai penghasil cork paling di dunia adalah Portugal.

Bagian selanjutnya adalah bulu. Setelah melihat film King yang mempertontonkan bapak si tokoh utama yang mengumpulkan bulu unggas dari satu kandang ke kandang lainnya, jadi timbul pertanyaan di benakku. Bulu unggas dari jenis apakah yang bisa digunakan untuk kok ? Idealnya, kok dibuat dari bulu angsa karena ukurannya sama panjang. Bulu itu biasanya diambil dari sayap kiri, maksimal dari tiga ekor angsa. Namun kini bulu unggas seperti bebek, itik dan ayam pun mulai dimanfaatkan. Mengingat semakin maraknya kasus avian flu yang menyerang unggas, maka sekarang banyak pula shuttlecock yang diproduksi dari karet dan plastik. Namun demikian, shuttlecock dari bulu unggas tetap dipilih karena lebih baik terbangnya.

Di dunia, produsen terbesar kok adalah negara Taiwan. Sementara di Indonesia, produsen kok ada di beberapa daerah, seperti di Malang (merk Mega, Zorro, Zigma, 421), Tegal (merk kartika, Permuni, perdana, supersonic), Solo (merk Anakmas, Adinda), Madiun (merk Janur) dan Jogja (merk Nusantara), Bandung (merk Garuda, Gajahmada).

Pegal memelototi screen laptop, maka mataku pun kuarahkan ke sudut ruangan. Ada kemucing tergantung di sana. Beberapa helai bulunya terjatuh di lantai. Hmm, bisa dibuat jadi kok ga ya.. 🙂

Sumber:

suplemen National Geographic Indonesia bulan Mei 2010

http://www.gatra.com/2006-03-23/artikel.php?id=93205

http://www.radartegal.com/index.php/Usaha-Lokal-Shuttlecock-Produk-Khas-Tegal.html

Iklan

One thought on “Kok.. Birdy..

  1. Pegal memelototi screen laptop, maka mataku pun kuarahkan ke sudut ruangan. Ada kemucing tergantung di sana. Beberapa helai bulunya terjatuh di lantai. Hmm, bisa dibuat jadi kok ga ya.

    >> bisa. tp mungkin ga bs dipakai selayaknya yg standar
    😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s