Suramadu, akhirnya..!

Pagi, setelah mengantar teman di bandara Juanda, aku pun diantarkan ke terminal, karena ingin mampir pulang ke Pati sebelum balik ke Bedugul. Tapi pas nelp ke rumah ibu melarang. Buat apa ke Pati, ntar kan balik lagi ke Surabaya lagi. Ah,bikin capek badan..!  Udah, jalan-jalan aja di Surabaya,” tukas ibuku. Hmm, ide yang menarik juga tuh. Mengingat pagi tu masih cukup buta, maka aku pun nongkrong di terminal sambil berpikir sebaiknya aku ke mana ya. Akhirnya kuputuskan, ke Madura..!

Akhirnya menunggu bis patas Madura di jalur 1. Harus bis patas, karena cuma bis jenis ini yang bisa melewati Suramadu. Kalau naik bis ekonomi lewatnya bukan suramadu, tapi harus nyebrang dengan ferry dan turun di Kamal, Bangkalan.

Aduh, tapi ternyata bisnya lama bener.. ditungguin dari jam 6, eh dia baru muncul di jalur 1 jam 08.30, udah gitu baru berangkatnya ternyata jam 09.30, dan dia baru kembali lagi ke Surabaya sekitar jam 13.00 nanti (dari Madura). Hmm, rada ragu juga pas berangkat, ntar pulangnya pake apa ni.. kalo nungguin mpe jam 13, aku ngapain aja di Madura, sendiri, ga ada temen, ga ada persiapan mengumpulkan literatur dan info tentang Madura lagi. Tapi bodo’ ah, dipikirin sambil jalan aja, batinku. Akhirnya setelah bangku semua terisi, tepat pukul 09.30, berangkat jugalah si bis. Bismillah.. doaku, semoga dilancarkan.

Setelah melewati kompleks AL, akhirnya Suramadu pun tampak berdiri menantang. Haaa, akhirnya nyampe juga aku melewati jembatan panjang antar pulau karya anak bangsa ! Pas, ditanyain ma kondektur, bingung juga aku mo turun di mana, ah kayaknya Bangkalan aja deh, kabupaten yang paling dekat dari jembatan. Kuulurkan uang Rp 20.000,- karena tadi di terminal dibilang Surabaya-Bangkalan cuma Rp 16.000,-. Tapi kok ga dikembaliin ma abang kondekturnya si. Ah, males banget ni urusan ma yang suka nyatut begini. Kalo dia jelas orang yang berhak aku akan dengan ikhlas menginfakkannya, tapi kan dia bukan orang yang berhak..? Ni sama aja kayak petugas SPBU yang suka ngembat kelebihan kembalian konsumennya. Huks, pada ga jujur demi mengejar harta hingga lupa kalo ntar harta itu juga akan dipertanggungjawabkannya.. 😦

Di jembatan ternyata banyak mobil yang berhenti di tengah jalan buat ngasih kesempatan penumpangnya foto-foto. Eh, bukannya ni jalan tol yang ga bisa berhenti sembarangan kecuali mogok ya.. Hahaha, dasar orang Indonesia.. Demi narsis, jalan apa pun akan ditempuh..

Setelah melewati jembatan dan resmi memasuki wilayah Madura, di sebelah kanan dan kiri jalan banyak berjajar warung-warung yang menawarkan berbagai suvenir, mulai dari batik, sandal, kaos dan berbagai pernak-pernik ala Madura lainnya. Ternyata pengunjungnya cukup ramai juga ya.

Aku masih belum turun karena si kondektur juga belum menyuruhku turun (hahaha), setelah melewati warung-warung tersebut, kanan kiri jalan kemudian dihiasi sabana, padang ilalang yang cukup luas. Ketika mulai mendekati pemukiman, sawah pun menampakkan hijaunya. Akhirnya di pertigaanlah saya diturunkan (lupa namanya) hahaha. Lalu dengan naik angkot yang ga jelas apakah ini angkot beneran ato ga (karena ga ada tulisan trayeknya, dah gitu bentuknya mirip bener ma mobil carry) saya menuju ke kota.

Sebelum ke kota, aku banyak melihat toko-toko yang berjualan batik madura, wah, boleh juga nih buat oleh-oleh. Sampai di kota, rasa laper bergejolak di perut. Akhirnya kubelokkan arah kakiku ke warung soto Madura. Ahh, makan soto siang-siang gini kayaknya seger ni..  Setelah makan saya pun segera beranjak mencari oleh-oleh batik Madura. Tak pilihan saya jatuh pada batik madura tanjungbumi khas Bangkalan yang berwarna merah. Selesai jalan-jalan seputaran kota, akhirnya saya pun naik angkot kembali ke pertigaan tempat saya diturunkan tadi. Harus buru-buru kembali ke Surabaya, karena aku akan mengikuti tur SHT House of Sampoerna. Nyampe di pertigaan bingung, wah naik apa nih buat ke Surabaya, mana kawasan itu sepi banget.. panas pula. Iseng mendekati petugas DLLAJ yang berteduh di pos jaganya bertanya jam berapa kira-kira bis patas akan melintas. “Wah, masih lama Mbak.. jam 13.00 nanti.. Kalau mbak mau, ngikut mobil itu aja, mereka akan ke Pantai Kanjeran.” ujar petugas. Akhirnya dengan diantarkannya, akhirnya aku ngikut numpang gratis di mobil itu. Sengaja duduk di depan biar bisa mengambil foto jembatan megah itu, karena pas di bis tadi aku ga sempat. Hehehe, lagi-lagi perjalananku ini dipermudahkan-Nya. dan akhirnya aku bisa berada di HoS tepat pada waktunya. ManstaB, lain kali aku akan kembali ke pulau ini dan meneruskan penjelajahan hingga Pamekasan, ujung pulau ini. 🙂

Suramadu dari daratan Madura

Kereeen dan berangin kencang. Foto dok. pribadi

Surabaya tinggal beberapa km lagi. Foto dok pribadi

Iklan

4 thoughts on “Suramadu, akhirnya..!

    • kemarin banyak mobil yang berhenti di tengah jembatan buat foto2 lho mbak.. n saya cuma bisa ngeliat sambil ngiler.. soalnya saya naik bis yang ga bisa turun sembarangan.. 😥 so, nasib kita sama.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s