Big Fan of My Mom

Apakah kamu menyukai masakan ibumu ?
Kalau aku sangat suka, bahkan cinta ! Saking cintanya, dulu aku tak mau makan jika tak dimasakkan olehnya. Benerr..

Ibuku penjual makanan di pasar, alhamdulillah, pelanggannya lumayan karena masakannya terkenal enak. Kadang, kalau pesanan datang melimpah dari pelanggan, dia pun ga sempat memasak untuk kami. Jika pulang sekolah dan tak ada makanan tersedia di meja, meranalah yang kurasa. Meski beliau memberiku uang untuk dibelikan makanan di warung makan seberang jalan, aku selalu menolaknya. Aku berharap ibukulah yang membelikannya. Setidaknya, meskipun tidak dimasak langsung olehnya, makanan itu tetap berbau tangan ibuku. Hahaha, aneh ya..

Kejadian itu terus berlanjut hingga bertahun-tahun. Hingga akhirnya aku harus keluar dari rumah untuk melanjutkan kuliah. Maka penderitaanlah yang harus kurasakan. Aku yang terbiasa masakan rumahan, terpaksa harus mengkonsumsi makanan warung. Hiks..terutama jika tak sempat/lagi malas memasak. Ahh, benar-benar menderita.

Namun tiada kata lain selain bertahan dan beradaptasi. Akibatnya, ketika mudik, tak ada kata lain yang kulakukan selain balas dendam membabi buta: selalu makan masakan ibu ! Tak heran tiap habis mudik, berat badan pun bertambah signifikan. Hehehe.

Ah, kebutuhan lo ngrepotin ibu banget sih Wi.. Hehehe, so far.. Ibuku masih toleran ko. Bahkan beliau juga siap-siap saja jika aku membawa rombongan teman-temanku untuk makan di rumah (kebiasaan ini sudah ada dari dulu). Mungkin karena beliau juga ngerasa bangga juga kali ya.. karena biasanya pujianlah yang dilontarkan teman-temanku. Hehehe.

Mungkin ini bisa menjawab misteri mengapa aku jarang bisa menikmati makanan di warung atau restoran. Yup, semuanya terbentuk karena sebagian besar hidupku memang kuhabiskan untuk mengkonsumsi makanan rumahan buatan ibuku. Makanan yang kutahu dibuat beliau dengan penuh cinta, ketelitian dan slalu diupayakannya untuk bersih, sehat dan aman. Tak perduli berapa banyak resto fastfood berkembang menawarkan aneka hidangan, namun makanan favoritku tetap makanan ibuku !

Semoga nanti aku menjadi sosok ibu seperti ibuku bagi anak-anakku. Sosok ibu yang makanan buatannya selalu dicari dan dirindukan anaknya. Ketika di luar sana, banyak makanan yang belum dapat dijamin kebersihan, keamanan dan kesehatannya, maka memasak makanan untuk keluarga adalah alternatif terbaik yang bisa kulakukan. 🙂

Iklan

2 thoughts on “Big Fan of My Mom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s