Kemalangan beruntun..

*lagi pengen curhat ga jelas aja..hehehe

Begitulah hidup. Kadang naik, kadang turun. Kadang apa yang terjadi, tidak sesuai yang direncanakan. Dan inilah yang kuresapi hari ini.

Pagi ini aku melewatkan kesempatan mengeksplor hutan di perbukitan Tamblingan yang tampak masih perawan gara-gara dateng telat ngantor. Huiks. Padahal sudah mengantisipasi kemacetan yang kuramalkan akan terjadi dengan naik bis yang paling awal, tapi ahh, semuanya terjadi di luar perkiraan.

Kalo dirunut kembali, rasanya perjalanan kemarin memang ga selancar biasanya. Pertama, naik bis dapat bangku di ruang perokok. Walhasil, paru-paru yang kujaga bersih selama ini tercemari lagi. Mana pelakunya bapak-bapak aka mbah-mbah. Aduuuh mbah, mbok ya mulai jaga kesehatan diri dan orang lain yang di sekitar. Sudah tahu aku lagi pilek dan mas-mas di sebelahku juga udah batuk berkali-kali, tapi mbah berdua ini tampaknya cuek sekali. Tak sekali pun tangannya lepas dari rokok yang tersulut.

Beberapa jam kemudian pindah ke bangku yang normal, seraya berucap alhamdulillah, ahhh, akhirnya lepas juga dari asap rokok. Tapi ternyata juga bukan solusi akan hadirnya kenyamanan. Meskipun labelnya patas, tapi jarak antar bangku sempit banget aka kaki ga bisa selonjor dan punggung pun menekuk hingga 4 jam sisa perjalanan. Badan yang memang tidak fit, makin terasa pegal dan sakitnya.

Nyampe di terminal, dapat bis yang ga jelas tapi dengan harga yang mahal, alasannya lagi rame jadi tiketnya dinaikin. Ah, lain kali akan protes ke mas penjual tiketnya ah (ngerasa pelanggan setia bis itu). Udah gitu, dapat tempat duduk paling depan karena tu satu-satunya bangku yang tersisa. Sebelum duduk udah mbatin, ahh, kayaknya ntar malam bakal dapet asap rokok dari sopir.. dan perkiraanku ternyata benaaaarrrrr.. sepanjang malam asap rokok mengebul dari sisi sopir.. huiks..huiks.. padahal bis AC-Patas lho. Ga bisa protes karena dulu pernah memprotes kejadian kayak gini dan cuma dapat tanggapan daripada sopirnya ngantuk trus bisnya kecelakaan..? Yap, lagi-lagi aku harus toleran.

Ketidakberuntungan perjalananku kali ini tak cukup sampai di sini. Ternyata wiper bis tiba-tiba copot, so karena malam itu, perjalanan kami selalu ketemu hujan, bis terpaksa berhenti beberapa waktu sekali untuk memberi kesempatan kernet mengelap kaca sopir secara manual. Hahaha, walhasil perjalanan pun makin lama. Belum lagi ditambah dengan kemacetan di Ketapang. Hufpppp, benar-benar menguji kesabaran.

Memang benar, perjalananku tak selamanya diselimuti keberuntungan, namun ada juga kemalangan yang kadang datangnya runtut seperti ini. Dan ini membuatku berpikir, jangan-jangan bulan-bulan ini aku memang kurang beramal baik ya..? 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s