Jakarta oh Jakarta.. Macettt.. oh Maceeetttt..

 

Copasan dari google

 

“Dasar anj**g.. Ini tu dah penuh banget.. Masak mau ditambah lagi.. Gimana gw bisa keluar..” Gerutu seorang ibu yang berdiri di belakangku. Ketika kondektur mengingatkan, “Ayo-ayo, yang mo turun Hero silakan siap-siap, bentar lagi nyampe..” Si ibu kembali lagi teriak, “Anj*** lo, gimana gw bisa keluar ni kalo lo masukin penumpang terus..” lagi-lagi umpatan keluar dari mulutnya. Sontak aku pun menoleh kepadanya, demikian pula penumpang yang lain.

Kaget kurasakan karena umpatan itu keluar dari seorang yang telah berumur paro baya, perempuan lagi. Tapi tak mau menyalahkannya, karena bisa jadi tu lahir karena dia kesal dengan kemacetan Jakarta yang semakin parah, terutama saat hujan, seperti malam itu. Bayangkan, untuk bergerak 5 meter ke depan, bis yang berkode 57 tuh butuh waktu hampir 1 jam. Masya Allah..!

Aku yang berangkat bersama dua orang teman pun hampir putus asa. Berkali-kali mengajak, “Zi, turun aja yuks, jalan.. trus kalo ketemu ojek, kita ngojek aja..” tapi tetap saja kami bertahan di sana hingga stasiun Cawang. Sama seperti berpuluh penumpang yang lain, yang juga dongkol dengan kemacetan namun masih mau bertahan di dalam metromini yang sesak itu.

Akhirnya setelah 2,5 jam, kami pun sampai di stasiun Cawang !! Hehehe, dongkol banget dah ah.. 2,5 jam terpaksa dihabiskan untuk jarak yang ga terlalu jauh!

Satu kata yang mau kutuliskan di sini, salut, buat warga Jakarta yang bisa bertahan dengan kondisi ini selama bertahun-tahun. Kalo aku, memilih untuk menikmatinya sekali waktu saja, tidak setiap saat seperti kalian. Aku ga yakin dengan ketangguhan mentalku jika harus menghadapi kemacetan itu setiap hari. Bisa jadi ga cuma mengumpat seperti ibu yang tadi, tapi juga memukuli semua mobil yang menuhin jalan tapi cuma memuat satu penumpang (sopir doank). Ops, maaph..

Kalo disuruh berpendapat kira-kira bagaimana kemacetan ini bisa terurai, waduh, aku bukan ahlinya. Aku hanya bisa bantu berharap, semoga MRT cepat terselesaikan, busway makin diperbanyak, jalan layang dibuat tingkat 6, jalur KRL jabotabek yang sudah ada digandain ampe berkali-kali.. Hehehe, mungkin ga ya..

One thought on “Jakarta oh Jakarta.. Macettt.. oh Maceeetttt..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s