Red Thread

Beberapa waktu sejak mulai aktif lagi di kampus, aku mengikuti beberapa seminar. Dari sekian seminar yang kuikuti tadi, ada garis merah yang bisa kutarik. Yaitu kesadaran bahwa banyak sekali potensi yang belum terolah di Indonesia, terkait kehutanan, kelautan, perikanan dan pertanian.

Selama ini yang kita jumpai di mainstream media hanyalah masalah yang ada di dalamnya, namun potensinya dan kira-kira apa partisipasi yang bisa kita lakukan di dalamnya, terasa kurang diekspose. Jika pun ada, pada spot yang kecil dan kurang banyak dibaca.

Dari sebuah seminar, tercetuslah sebuah pengakuan dari pelaku media, bahwa selama ini media jarang membidik masalah ini karena dua hal. Satu masalah rating. Dua, masalah keterbatasan informasi. Sedikit sekali informasi yang bisa mereka dapatkan dari departemen yang terkait. Jika pun ada, adalah informasi yang sangat teknis, bukan informasi umum yang menarik perhatian dan mudah dicerna oleh pihak yang belum mengenal bidang itu. Misalnya mengenai budidaya ikan, sistem tangkap, dsb. Mana ada anak muda yang ingin meliriknya (kecuali untuk kepentingan studinya).

Sebenarnya, ada satu segmen yang cukup menarik konsumen media terkait sektor kehutanan, pertanian, perikanan dan kelautan, yaitu mengenai kearifan tradisionalnya. Cukup prospektif untuk pengembangan pariwisata, mengingat minat warga Indonesia yang cukup tinggi terhadap jalan-jalan. Dan sebenarnya, informasi seperti ini melimpah di kampus. Sayangnya, jarang sekali yang menuangkannya ke dalam tulisan populer dan mengunggahnya ke media maya. Seandainya itu dilakukan, insyaallah itu bisa menjadi input peliputan bagi media mainstream dan juga publikasi bagi masyarakat luas.

See, betapa luasnya potensi manfaat dari tulisan kita ya. Tak ada ketersia-siaan didalamnya. Sudah saatnya memang budaya menulis digalakkan. Apalagi bagi mahasiswa. Turun dan praktek lapang ke berbagai daerah jangan hanya berujung pada laporan saja. Gubah redaksionalnya menjadi lebih populer, sehingga bisa dinikmati masyarakat luas. Ini adalah tantangan, yang dijawab tak hanya oleh mereka, tapi juga kita ! Tak hanya dalam bidang perikanan, pertanian, kelautan, kehutanan, tapi semua yang ada di sekitar kita. Bukan saatnya lagi untuk konsumtif, tapi jadilah produktif dengan menulis. Bukan nanti, tapi sekarang !

Kemudian mengenai rating, ada satu ide menarik dari mahasiswa yang kupikir ini sebenarnya bukan hal baru, karena juga sudah diadopsi oleh beberapa teve swasta. Yaitu melibatkan departemen atau instansi terakit itu dalam berbagai program media. Berarti tak hanya menggunakan informasi sekunder, tapi juga informasi primer. Kupikir ini adalah solusi, karena instansi terbantu untuk sosialisasi sementara media mendapatkan programnya. Dan bukannya tidak mungkin, jika instansi tersebut juga mau menjadi sponsor atau menggaet pihak yang selama ini bekerja sama dengan mereka untuk menjadi sponsor program tersebut. Ini adalah solusi. Simbiosis mutualisme, bisnis media bisa tetap terselenggara, sementara potensi wilayah/bidang juga tersosialisasi.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s