Wonogiri, Dua Hari (Pendek) Semalam..

Setelah dari Ponorogo, aku pun mampir ke Wonogiri. Ada seorang teman, Dian, yang kebetulan juga tinggal di sana. Wonogiri di Jabotabek terkenal sebagai daerah asalnya tukang bakso dan tukang jamu. Apakah ini berarti kita akan mudah menemukan banyak tukang bakso di sini ? Hiks, ternyata susah lho.. Jarang ada warung bakso mangkal di pinggir jalan. Apalagi tukang jamu. Tapi pada akhirnya, ketemu juga sih ma bakso di dekat rumah teman di Manjung Wetan. Dan rasanya memang mak nyusss… 🙂

Kuliner lain yang baru pertama kalinya kutahu adalah mie tlolor. Itu adalah nama untuk mie kuning yang bentuknya pipih panjang kayak kwetiau yang dibubuhi pecel di atasnya dan dilengkapi lauk tempe gembus bacem. Rasanya tak kalah mak nyuss-nya. Apalagi tempe gembus bacemnya.. manis..

Mie tlolor ini bisa anda temui saat anda berkunjung ke waduk Gajahmungkur. Pagi itu, sebelum pulang, aku memang memaksa’ temanku dan adik-adiknya untuk mampir ke waduk yang fenomenal, waduk Gajahmungkur. Sayang, kalau sudah berkunjung ke kota ini tanpa mampir ke waduknya. Waduk ini bagiku cukup fenomenal karena untuk pembangunannya, ada sekian ratus desa yang harus dibedol (transmigrasi bedol desa). Banyak cerita sedih yang tersisa dari pembangunan ini. Namun demikian, pengorbanan itu tidak sia-sia. Kini, waduk Gajahmungkur berperan cukup signifikan dalam dunia pertanian, terutama ketika musim kemarau ataupun penghujan yang sering mendatangkan banjir bagi masyarakat hilir.

Tentu saja peran itu akan terus signifikan jika tutupan vegetasi di daerah hilirnya tetap dijaga. Sehingga fungsi tangkapan waduk ini lebih optimal, tidak terganggu dengan tingginya sedimentasi akibat erosi (sebagaimana yang umum terjadi di waduk-waduk lainnya di Jawa)

 

Ismi yang serius dengan mie tlolornya.. 🙂

 

 

Sarapan lesehan di pinggir waduk

 

 

Monumen pengenang peristiwa bedol desa. Lihat lambaian caping bapaknya dan raut muka dari keempat sosok itu. Pasti berat sekali meninggalkan daerah kelahirannya, daerah yang selama ini memberikannya penghidupan.. Hiks..

 

 

Pengatur pintu air. Salah satu yang menentukan nasib petani di daerah hilir.

 

 

Tempat yang paling fenomenal (jiahhh..) tentu saja waduk gajahmungkur

 

 

Menara pengatur waduk

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s