Hmm, korup..korup..korup..

“Kak, periksa dulu kembaliannya.. ” kata temanku segera setelah kembalian dan 3 karcis KRL sudah kugenggam. “Emang kenapa..” tanyaku. “Takutnya kurang, karena kejadian kembalian yang kurang itu sudah sering banget, apalagi kalau lagi rame-ramenya.” Walaaaa.. gitu ya.. Setelah sekian tahun tak berada di kota ini, aku kembali harus merasakan, makin rusaknya mental bangsa ini. Banyaknya koruptor ratusan juta, miliaran bahkan trilyunan yang bisa melenggang santai tanpa rasa malu dan rasa bersalah, sepertinya membuat orang-orang yang di bawah pun jadi termotivasi untuk korupsi juga. Sopir angkot sah-sah aja menaikkan ongkosnya pada penumpang baru yang belum tahu tarif sebenarnya. Supermarket sah-sah aja ga ngasih kembalian receh, tapi dengan permen, dan sekarang petugas tiket KRL pun sah-sah aja “nilep” uang penumpang.

Ah, entahlah.. mulai pesimis bahwa suatu hari nanti bangsa ini akan bebas dari korupsi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s