Fortune Telling


Kemarin sore, habis presentasi kerjaan kelompok, lapar langsung mendera. Dan mulut seketika cleguk-cleguk pengen ngerasain empek-empek. Maka, masuklah ke warung di depan Al Amin. Kemudian duduk tenang, menunggu empek-empek lenjer digoreng ama abangnya.

Lalu datanglah 4 gadis, dengan 2 motor, saling berboncengan. Ditilik dari gayanya, sepertinya anak SMU. Mereka duduk setelah mesen empek-empek sama abangnya. Khas ABG, nongkrong ngomongin cowok, keluarin BB, jepret-jepret muka yang bibirnya sudah dimanyunin, dengan latar empek-empek di belakangnya. Kemudian, upload, updet status.. (Dua aktivitas terakhir sepertinya ada persamaan dengan diriku, dapatkah disimpulkan kalo diriku masih ABG..? hehehe).

Lalu datanglah seorang difabel, mengulurkan sebuah botol aqua yang telah diiris tinggal separohnya. Empat gadis mengacuhkannya dan si bapak pun ngeloyor keluar. Baru beberapa menit, dia segera kembali dan berkata pada salah satu gadis, “Dek, ntar ati-ati ya bawa motornya..umur kamu tu pendek..” Si gadis pun kebingungan mendengarnya. “Coba lihat telapak tangannya” kata si bapak. Si gadis dengan muka polos mengulurkan telapak tangannya, “Benar, kamu harus berhati-hati mulai dari sekarang..” Si gadis pun langsung pucat. Cuek dengan reaksi si gadis, teman yang lain berkata, “Bapak bisa ngeramal ya.. Jodoh saya gimana Pak..” sambil mengulurkan telapak tangannya. “Emang kamu pengen nikah, ga mau sekolah dulu, kalian SMA kan..” tanya bapaknya. “Bukan gitu pak, maksud saya pacar.. belum seriusan si, masih main-main. Namanya…” kata si gadis sambil menyebutkan nama seseorang. Kata bapaknya, “Orangnya sabar dan kamu terlalu kasar sama dia..” Si gadis pun langsung menjerit mendengarnya, “Ihh, bener banget..” Sontak ketiga gadis yang lain pun serentak ngajuin tangannya, “Saya juga donk pak, diramal..” Dan si bapak pun mulai meramal dengan melihat telapak tangan si gadis dan mencoret-coret sesuatu di meja.

Suer, bengong aku melihat kejadian itu. Kasihan ngeliat si gadis yang diramal pertama yang masih pucet, sementara teman-temannya justru sibuk minta diramalin kehidupan cintanya oleh si bapak. Hee, bagaimana jika hal yang sama terjadi padaku. Disamperin orang tak dikenal hanya untuk mendengarkan peringatan, “kamu hati-hati ya, naik motornya..”. Hua… pasti langsung takut bawa motor deh.. Tapi, di sisi lain, sebenarnya yang diomongi bapak itu bukan sesuatu yang luar biasa si, karena kematian adalah sunatullah, sesuatu yang pasti terjadi pada semua makhluk. Huhuhuuu, tapi tetep aja ngeri..

Seketika diri langsung tersadar, bahwa belum melakukan apa-apa selama hidup.. Huhuhuuu.. langsung keinget kuliah sebelumnya, bahwa dalam alam semesta kita adalah debu. Dan hidup adalah kesempatan untuk membuat debu itu jadi bercahaya. Huaa, aku masih jauh dari definisi debu yang bercahaya itu. Aku masihlah debu yang bikin hatchi-hatchi hidung saja sepertinya. Hoaa, smoga masih ada waktu..

*btw, pas tadi rame-rame minta diramalin jodoh, aku sebenarnya juga pengen ngajuin telapak tangan. Tapi akhirnya ga jadi karena kelamaan mikir, kira-kira nama siapa yang mo diajuin ya.. Hahaha 😉

2 thoughts on “Fortune Telling

  1. Aku sendiri kayaknya nggak seneng diramal tanpa permisi gitu. Gimana perasaanku kalo aku lagi ngantre bakso dan tiba-tiba ada orang asing yang tanpa angin tanpa ujan tau-tau ngomong, “Kamu ati-ati ya nyetirnya..”

    Aku pasti bakalan ngeliatin dia dengan aneh dan mendesis, “who da hell are you..?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s