Cukup dengan Push Up..

Beberapa waktu lalu aku melihat tiga orang anak SMU yang dihukum push up oleh polisi. Kenapa.. ? Karena mereka berboncengan bertiga dalam satu motor tanpa helm pula (bisa juga tanpa dilengkapi STNK dan SIM). Tanpa sadar, kepala ini pun manggut-manggut, nah harusnya begini saja ni.. hukuman yang diterapkan buat para pelanggar lalu lintas yang kena tilang. Sepertinya jauh lebih efektif daripada hukuman dengan denda dan persidangan (yang pada akhirnya diselesaikan secara damai di pinggir jalan). Hukuman push up di pinggir jalan dengan dilihat setiap mata pengguna jalan yang lewat sepertinya jauh lebih menghukum daripada membayar sejumlah uang yang mungkin bisa didapatkan lagi gantinya dengan bekerja.

Memang polisi mau Wi.. nerapin sanksi itu secara massal, kan ini berarti menutup sumber matapencaharian mereka. Waduh, ya ndak tahu aku.. Setidaknya itulah yang terlintas di pikirku setelah melihat kejadian itu. Kalau terjadi ya alhamdulillah, kalo ndak ya seperti biasa, ngelus dada dan nggerundel, Indonesia memang unik..

Iklan

4 thoughts on “Cukup dengan Push Up..

  1. Aku justru nggak melihat esensi push-up itu untuk menghukum pelanggar. Memangnya push-up bisa mendidik? Kalau aku jadi polisi, anak-anak tanpa kartu identitas itu akan aku tahan di kantor polisi sampai orangtuanya datang membayar denda. Supaya orangtua terdidik untuk tidak membiarkan anaknya melanggar peraturan lalu lintas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s