Penangkaran juga Konservasi..

Kakatua adalah jenis yang endemik di kawasan timur Indonesia. Saat ini keberadaannya sudah langka dan masuk prioritas konservasi sangat tinggi. Namun di pasar, kakatua adalah idola yang dicari-cari oleh banyak penggemar. Lho, satwa yang dilindungi kok masih bisa untuk diperdagangkan ?? Lho, bisa.. asal yang diperdagangkan adalah hasil penangkaran/budidaya, bukan yang diperoleh dari alam.

Penangkaran atau budidaya jenis-jenis yang langka dan dilindungi seperti jalak Bali dan merak untuk tujuan perdagangan ini harus didaftarkan kepada Dephut, dalam hal ini adalah BKSDA setempat. Setelah mendaftar, burung hasil penangkaran tersebut akan mendapatkan tagging untuk dilekatkan di badan masing-masing. Dengan nomor tagging seperti ini, idealnya jumlah burung hasil penangkaran bisa terus terdata, berapa jumlahnya, keberadaannya di mana.

 

tagging dan alat suntik untuk pemasangannya. Foto dokumen pribadi Dewi

Di saat habitat alami burung dan satwa asli Indonesia mulai rusak dan berkurang secara signifikan, penangkaran adalah salah satu upaya konservasi ex-situ yang tak bisa dihindari. Yang sekarang patut menjadi perhatian adalah bagaimana pengolahan dan pendokumentasian datanya, sehingga keberadaan individu satwa bisa terus ditelusuri. Jadi data mengenai berapa jumlah pasti populasi satwa tersebut saat ini bisa terus diperbaharui.

Satu yang patut dicermati dalam usaha penangkaran adalah bagaimana mendorong para penangkar tetap melestarikan keberagaman plasma nutfah dari satwa-satwa tersebut.  Jadi tak hanya meng-konservasi di tingkat jenis, namun juga di tingkat genetik.

Kakatua berjambul kuning. Foto koleksi Pribadi Dewi
Kakatua jambul putih. Foto koleksi pribadi Dewi

Another species of cockatoo. Foto dokumen pribadi Dewi

Kakatua hitam. Foto dokumen pribadi Dewi

Penangkar diharapkan tidak hanya mengembangkan jenis-jenis yang digemari pasar, namun juga tetap melestarikan keberadaan individu satwa yang tidak digemari maupun mengalami kelainan genetik, seperti merak atau bajing yang albino seperti di postingan sebelumnya. Mengapa demikian..? Karena keberadaan mereka merupakan potensi yang luar biasa untuk pemuliaan bibit unggul di masa depan. Bisa dijadikan indukan untuk menciptakan generasi yang lebih kuat, tahan penyakit atau menghasilkan sifat-sifat unggul lainnya. Jadi, satwa sejenis yang beraneka asal dan genetik adalah aset untuk pemanfaatan satwa tersebut secara berkelanjutan.

Tuh kan.. Konservasi itu tidak melulu dilakukan di dalam kawasan konservasi seperti taman nasional, cagar alam atau satwa margasatwa. Tidak melulu dilakukan lembaga pemerintah, semacam kebun raya atau kebun binatang. Tapi bisa juga dilakukan lembaga swasta semacam taman safari ataupun perorangan semacam penangkaran ini. Berminat partisipasi.. ?

2 thoughts on “Penangkaran juga Konservasi..

  1. Kalo penggemarnya mah kebanyakan pengen banget nangkarin non. Tapi pemerintahnya yang susah diajak kompromi. Mau nangkar nggak ada ijin dilarang, tapi ngurus ijin susahnya bukan main. Banyak yang putus asa atau gagal mimpi menangkar lantaran dihadapkan dengan urusan yang rumit buatan pemerintah. Keburu indukan mati dong…? hahahaha…. Saran saya, ayo sama-sama menghimbau ke pemerintah terlebih dulu, baru menghimbau kepada penggemar. Kalo penggemar mah asal ada dukungan yang nyata-nyata mudah dari pemerintah juga pengennya nangkar terus. Lihat noh penangkaran-penangkaran yang nggak perlu ijin, seperti lovebird, kenari, parkit, menjamur kan..? dan keberadaan hewan yang bersangkutan melimpah kan…? Jangan mimpikan jenis-jenis burung langka akan berbiak dibelakang rumah, selama pemerintah cuma menggembar-gemborkan hukumannya, tapi bukan dukungannya… Gitu loh,,,

  2. Ane setuju banget gan di kampoeng ane ada jenis burung yg sangat unik dan udah langka ane niatnya pengen banget nangkarin tuh burung tapi begitu ane tanya soal dapetin izin aaah lutut lemes gan sementara burung yg ane maksud di jamin di habitannya tinggal beberapa ekor doang
    Setahu ane tahun 1995 terakhir di konservasi ama landa jerman tuh burung ga berhasil dijepret boro2 jepretan photo liat kelebatannya juga udah langka. Cuma sempet kedengeran suaranya doang … Ampun !!!
    Indonesia aja ga punya datanya apalagi negeri lain bigimana bisa tahu ironisnya lagi kebanyakan data yg ada yah hasil landa dari jaman VOC ampe jaman internetan masih landa juga yg peduli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s