The Other Woman

Aku lebih menyukai Natalie Portman di sini, ketimbangan di Black Swan. Ndak tahu kenapa, mungkin karena ndak perlu melihat adegan seks yang berlebihan kali ya.. (untuk hal ini aku memang masih konservatif). Selain itu juga karena masalah psikologis yang disampaikan lebih luas, ndak cuma masalah pribadi, tapi juga masalah keluarga. Hubungan ayah-anak, hubungan istri dan mantan istri, hubungan anak dan ibu tiri, hubungan suami dan mantan istri, dll.

Di IMDb film ini hanya diberi 3 rating dari 5, karena kompleksitas masalah yang disampaikan yang kadang membuat film ini jadi terasa melebar ke mana-mana. Namun menurutku, justru kompleksitas itulah yang jadi kekuatan film ini.

Ditampilkan secara deskriptif, hanya ingin menjelaskan begini lho, rasa yang dialami oleh seorang wanita yang menjadi wanita kedua. Kadang dia merasa egois, kadang juga merasa bersalah. Film ini juga menggambarkan bagaimana rasa bersalah yang dialami oleh ibu yang anaknya meninggal (bahkan saat dalam pelukannya). Bagaimana mereka, perempuan 1 dan ke-2, itu saling berebut perhatian anak, bagaimana mereka harus meredakan ego masing-masing ketika harus bertemu langsung, dst. Ndak ada kesimpulan yang ingin diberikan pada penontonnya, meskipun ujung film tetap happy ending (kayaknya..hehehe)

Sementara segitu aja bocorannya. Belum bisa cerita banyak, tenggat paper euy, bagi yang penasaran, nonton langsung ajalah.. 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s