Jangan Pasif

Selama di Bogor, aku putuskan ndak punya teve, supaya moodku ndak kerusak ama tayangan-tayangan yang ga jelas. Aku hanya mengandalkan informasi dari radio, internet dan harian Kompas. Hidup terasa lebih tenang, ndak perlu mendengar berita yang seragam (meski channelnya beda-beda). Ndak perlu mendengar lebay dan semrawutnya gosip artis yang suka caper ndak jelas. Ndak perlu terbawa hawa panas dari perdebatan dan intrik politik negeri ini yang ndak ada selesai-selesainya. Dan bener, hidup jadi tenang karena kendali informasi ada pada diri sendiri.. Hehehe.

Sama seperti Selasa sebelum-belumnya, maka malam ini aku pun mendengarkan provocactive-proactive Pandji di hardrock fm. Kenapa milih acara ini ? Karena  acara ini menyajikan hal-hal yang inspiratif. Melihat keadaan negeri yang ndak karuan ini dari sisi positifnya, dari sisi lain yang selama ini belum terpikir sebelumnya. Dan aku lebih memilih yang versi radionya, karena kupasannya jauh lebih dalam, mengena, serta lebih optimis daripada yang versi TV. Dah bosen rasanya dengar berita-berita yang cuma mengkritisi, menghujat, tapi ndak ngasih solusi atau inspirasi. Dan PP radio rasanya bisa memberikan inspirasi itu.

Dan malam ini, aku pun kembali tercerahkan. Selama ini aku ndak terlalu peduli ma karut marutnya politik negeri ini dan berniat golput aja pas pemilu 2014 ntar karena dah hopeless dengan kinerja parlemen dan kabinet yang ada sekarang. Namun malam ini aku jadi punya pandangan baru, setelah mendengar opini si Pandji. Kata Pandji, “Kalau kita tahu betapa rusaknya parlemen kita, maka kita harus pilih orang yang kita rasa bener untuk bisa masuk ke sana dan memperbaiki keadaan. Sementara kalau kita golput, berarti kita membiarkan orang-orang ndak bener untuk terus bercokol di sana. Keadaan kita akan terus begini, ndak akan maju-maju. Jadi, aktiflah mencari sosok yang pantas dipilih untuk Pemilu ke depan. Jangan tergiur lagi pada duitnya, seperti Pemilu yang kemarin.” Hiyyaa.. rasanya memang harus begitu tuh.. Hmm, mari screening dari sekarang kalo begitu. Siapa yang kira-kira layak dipilih.

Bagaimana screeningnya ? Mau ndak mau ya pake media yang ada di sekitar kitalah. Terutama internet karena dia nyajiin info yang wide-range. Ndak hanya satu sudut. Jadi kita bisa tahu lebih dalem, bagaimana figur tersebut, sejauh mana sepak terjangnya, bagaimana testimoni orang-orang terhadap kinerja dia, dst.

Lha kalau yang kita pilih ternyata ndak sesuai yang kita kira, gimana ? Wah, kurasa itu bukan lagi tanggung jawab kita. Itu tanggung jawab dia, amanah ndak ama yang kita percayakan ke dia. Tanggung jawab kita adalah sebatas  berusaha dulu mencari calon yang terbaik dari yang ada (ya kecuali ntar ada mekanisme buat pencabutan aspirasi atau si anggota parlemen itu menyediakan akses untuk bisa dievaluasi).  Hehehe, sementara gitu dulu deh.. Dah mule panas ni, kalo ngomongin politik. Hihihiii..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s