Earth

Hari ini, isi dari kuliah pagi kami adalah menonton film Earth. Film dokumenter ini diproduksi pada tahun 2007 oleh BBC dan disutradarai oleh Alastair Fothergill dan Mark Linfield. Film ini menceritakan tentang bagaimana makhluk hidup, terutama satwa untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan alam yang terus berubah. Di sini ada beberapa satwa yang diceritakan sebagai tokoh sentral, yaitu beruang kutub di Arktik, gajah di gurun Kalahari dan paus bongkok di Antartika.

Beruang kutub harus berjuang habis-habisan untuk bertahan di daratan es yang makin menyempit. Mereka yang semula mudah mendapatkan anjing laut, harus mengeluarkan lebih banyak tenaga untuk berenang mencapai daratan es tempat di mana anjing laut berada. Meskipun pada akhirnya sampai, namun dalam keadaan kelelahan sehingga tak mampu lagi untuk berburu. Akhirnya dia pun mati. Ibarat tikus yang mati di dalam lumbung.

Sementara itu, gajah di gurun Kalahari harus berjuang, berjalan ribuan kilometer untuk mendapatkan air. Gurun yang makin mengering dan meluas akibat global warming membuat perjalanan mereka semakin panjang dan penuh persaingan dengan satwa yang lain. Banyak yang akhirnya mati sebelum sampai di sumber air, baik karena kelelahan maupun karena pemangsaan.

Begitu pula dengan paus bongkok yang harus menempuh beribu-ribu km, dari perairan tropis yang ideal untuk pengasuhan anaknya hingga ke samudera Antartika yang menyediakan sumber pangan berupa plankton. Perairan yang ganas makin mempersulit perjuangan mereka dan sayangnya ketika sampai di Antartika, plankton yang diharapkan berlimpah justru semakin sedikit karena global warming membuat produksi plankton ini juga menyusut.

Selain itu, adapula satwa dan makhluk lain yang diceritakan, misalnya bebek Mandarin yang harus berjuang melawan turbulensi saat bermigrasi melewati Himalaya, burung-burung di hutan tropis Papua, pemangsaan karebou oleh cheetah, kekayaan vegetasi di tundra, kekayaan hutan subtropics, keanekaragaman hutan tropis yang mencakup 1/3 luas bumi namun berisi ½ dari seluruh jenis yang ada di bumi, dan seterusnya.

Dari film tersebut, bisa didapatkan gambaran bahwa alam semula bekerja sesuai  sunatullah, sesuai ketentuan Allah, menjamin terpenuhinya seluruh kebutuhan makhluk yang ada di bumi. Pergantian musim diiringi dengan pergantian vegetasi, menjamin tersedianya dan terjalinnya rantai makanan secara seimbang. Namun mekanisme ini berubah setelah manusia yang diberikan berkah akal dan seharusnya menjadi khalifah di bumi justru melakukan banyak kerusakan di bumi. Kerusakan ini ditandai dengan adanya global warming, pemanasan suhu bumi yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim, pencairan es di daratan Arktik dan berkurangnya produksi plankton di perairan secara drastis. Akibatnya, satwa yang hanya berbekal insting untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik makan, minum maupun pengasuhan harus bekerja makin keras. Mereka harus menempuh perjalanan ribuan kilometer untuk memperoleh makanan, air dan mendapatkan lingkungan yang tepat untuk pengasuhan. Nyawa dan kematian pun menjadi taruhan dalam perjalanan ini.

Karena itulah, manusia dengan segala kelebihan akalnya diharapkan bisa segera memperbaiki caranya berinteraksi dengan alam, tak sekedar mementingkan kebutuhan diri sendiri, namun mempertimbangkan juga keberadaan makhluk lain yang berbagi bumi dengannya. Dengan selaras dengan alam, selaras dengan makhluk lain, bukan hanya sekedar menaklukkan alam, kesejahteraan manusia justru akan tercapai. Itulah esensi dari kekhalifahan dan berkah akal yang dianugerahkan pada manusia. Dan ini masih belum terlambat untuk dilakukan.

Selain film ini, adapula film dokumenter lain yang bergenre sama: HOME yang bisa dilihat di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s