yang Tersisa dari Indonesia Open 2011

Parade foto-foto doank, masih males ngata-ngatain.. πŸ˜€

Aki-aki yang ndak terlalu menikmati pertandingan, namun ikut lemes saat wakil Indonesia berjatuhan. "kalah deui..kalah deui" gerundelnya

Tadinya berpikir jadi wartawan tu enak, punya akses ke manamana. Bisa nonton pertandingan langsung di pinggirnya. Tapi ternyata banyak repotnya. Sesaat mereka harus di pinggir lapangan,

bergerombol di pinggir lapangan

Sesaat kemudian mereka harus lari-lari untuk menangkap momen penerimaan hadiah.

Harus punya energi banyak.. buat lari-larian..

Tiap masa pasti ada satu idola (kalo zamanku dulu Om Ricky Subagja.. wakakakk, jadi mengenang masa muda) dan sekarang tampaknya Tantowi akan mulai digandrungi para pemudi.

Meski baru, Tantowi dah punya fans yang menggilai.. yang teriak-teriak tiada henti.. Tanto..wi..! πŸ˜€

Setelah kekalahan demi kekalahan, maka aksi 4 Dio di tepi lapangan ini cukup memberi hiburan.

Kenapa namanya Dio..? Ternyata dari kependekan Djarum Indonesia Open.. kupikir kependekan dari nama Indonesia atau apa gitu.. πŸ˜€

Dan setiap ada pertandingan badminton internasional, yang selalu bikin aku penasaran adalah lapangannya. Ada yang bilang karpet sehingga yang terbayang di anganku adalah karpet yang ada di mesjid-mesjid. Maka ketika pertandingan berakhir, aku pun segera berlari ke lapangan untuk membuktikan. Weeh, ternyata jauh dari angan. Bukan karpet seperti yang kubayangkan. Kalau yang ini kayaknya bisa bikin lecet juga kalo dijatuhi. Wadowh, kasihan ya yang tadi pada jatuh guling-gulingan ngejar kok.

 

Karpet yang pasti bikin lecet

Banyak suporter yang mencari suvenir dari pertandingan ini, entah itu foto narsis, foto dengan atlet idola, kaos yang dilemparkan oleh atlet, boneka Dio, papan panel hadiah atau bahkan bunga yang ditata di tepian podium ini. Di akhir acara, ada seorang anak perempuan yang dengan pedenya mencabuti bunga-bunga itu. Keren katanya kalo buat suvenir.. Hadowh nak, kau tidak meniru perilaku itu dariku kan.. Lagian kalo bunga bukannya ndak ada hubungannya ma pertandingan badminton ya, ntar malah disangkain ambil dari resepsian.. πŸ˜‰

 

Bunga yang jadi suvenir pertandingan

Hal lain yang menarik dari pertandingan malam ini adalah tampilan sepatu para pemainnya. Eyecatchy bow.. Pemain Indonesia memakai sepatu dengan striping merah yang tampak so shiny dari kejauhan, sementara Lee tampak ngecrong dengan sepatunya yang berwarna senada dengan kaosnya, kuning. Di samping itu, sebagian pemain putri Cina juga sudah memulai memakai rok, seperti yang diinginkan oleh IBF. Hmm, tampaknya atlet-atlet badminton sekarang sudah pada peduli fashion ya.. Baguslah, jadi semakin enak dilihat.. πŸ˜€

Sepatu berstripe merah yang menarik mata

Oya, di luar istora juga disediain papan buat nulisin pesen2 dan kesan terhadap Indonesia open 2011. Beberapa pesan dan kesan yang tertangkap kameraku adalah berikut ini:

Kalau aku, nonton live pertama, karena pengen teriak Indonesia.. Indonesia.. ! πŸ˜€

Last, tentu saja foto-foto narsisku.. πŸ˜‰

Bersama Dio, maskot Djarum Indonesia Open kali ini

Kalo ndak ada pemain Indonesia yang mau naik ke podium utama, biarlah aku yang mewakilinya.. πŸ˜€

Narsis di podium utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s