Calo-Calo yang Bergentayangan di Istora..

Beberapa saat sebelum masuk istora, aku yang berjalan dari JCC, memutuskan untuk ngadem dulu di luar pagar, nunggu keringatnya menguap. Berdiri tepat di depan loket tiket. Tampak beberapa orang ngantri di sana, meskipun tertulis sold out di kacanya. Sementara itu, beberapa orang lainnya yang menggenggam tiket tampak berjalan hilir mudik ke sana-ke mari, menghampiri mereka yang baru datang. “Kelas 1.. kelas 1.. silakan.. silakan..” sementara yang lain, “Ayo-ayo, kelas 2 nih, tinggal dua lembar lagi. Ayo-ayo, daripada ndak jadi nonton..”. tawar mereka. Hmm, kok aku ndak ditawari oleh mereka ya..Iyalah.. tampang mahasiswa dengan kantong cekak begini, mana mampu beli tiket 125% dari harga normal itu di tanggal tua.. 😀

Masih belum mau beranjak ke dalam, aku malah mendekat ke arah penjual minum yang menawarkan dagangannya dengan harga yang juga mahal.. (hadewh.. untung dah bekal aqua beli di KRL). Bukan ingin membeli minuman, tapi aku ingin mengamati aktivitas remaja yang bergerombol di belakang penjual minuman itu.   Mereka tampak sibuk menempeli mukanya dengan stiker bergambar bendera merah putih. Ada yang ditempelkan di jidat, muka, dan semua yang tampak dilihat. Mungkin biar kelihatan nasionalis bila disorot di TV kali ya.. Hmm, mudah sekali ya, jadi nasionalis di zaman ini.

Setelah bosan, aku kembali melirik ulah para calo di sekitar loket. Mereka   mendesak para calon suporter yang masih sabar menunggu loket dibuka kembali. Dan tetep.. dicuekin juga oleh calon suporter. “Duuh, mana mampu saya beli semahal itu.. yang bener aja,” semprot mereka. “Udah, biarin aja, ntar makin sore juga bakal dikasihin gratis ke kita..” ujar yang lain. “Lagian ngapain tiketnya cuma dipegang doank kalo mereka nggak butuh.. mending dikasihin kita ya..” sergah seorang ibu yang segera disambut tawa oleh yang lain. Aku pun nyengir.

Aku pun teringat kejadian waktu menonton GIGI kemarin. Aku sudah memegang tiket, sementara temanku Agni belum. Maka tak ada alternatif lain selain menerima tawaran dari seorang calo yang mendekati kami begitu turun dari taksi (kami ndak tahu kalau di dalam masih ada loket tiket). Dan langsung Agni beli karena harganya sama dengan harga tiketku. Awalnya kami juga heran, ko harga dari calo dengan harga dari tiket resmi sama ya, tumben.. Barulah saat pulang kami sadar, ternyata tiket yang di tangan Agni tu bernominal hanya Rp 25.000,- alias 1/4 kali dari harga yang harus dibayarnya ke calo. Ahhh, tahu gitu tadi ditawar dulu ya.. Ahh, dasar ndak pengalaman. Dan mulai saat itulah aku males berurusan dengan calo di istora. Mending beli di tiket box sebelum hari H atau lihat dulu sampai ke pelataran dalam ISTORA untuk memastikan ada tidaknya loket dibuka (siapa tahu harga tiket di hari lebih murah kayak yang tiket GIGI). Jadi, jangan buru-buru dan khawatir ndak kebagian. Kalau memang tiket di loket benar-benar sudah habis, belilah tiket dari calo pada menit-menit terakhir, sesaat sebelum pertandingan yang anda ingin tonton dimulai. Karena saat itulah mereka akan menjual tiketnya dengan harga yang lebih masuk akal.

Oya, pada akhirnya ada beberapa calo yang ditangkap oleh polisi setelah beberapa suporter nggerundel melaporkan ulah mereka pada polisi yang jaga di loket itu. Entah bagaimana nasib calo itu selanjutnya, aku ndak tahu.. Keburu masuk ke dalam buat teriak-teriak Indonesia.. Indonesia..! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s