Lebih Asikan Rumput Sendiri..

Beberapa hari lalu aku berkunjung ke dua pembibitan di daerah Tlogowungu. Yang satu diswakelola oleh sebuah keluarga, yang satu dikelola oleh lembaga. Produk yang dihasilkan sama, yaitu bibit buah-buahan, bibit tanaman hias dan tanaman kayu komersial semacam jati. Saat bertanya, berapa harga dari masing-masing bibit, ternyata signifikan juga ya.. “Konsumennya¬† juga lumayan banyak, tiap hari selalu ada, meskipun hanya satu dua..” kata si bapak pengelolanya. Ya iyalah, budaya tanam-menanam warga Pati kan lumayan tinggi. Ibaratnya, ndak ada pekarangan yang tanpa tanaman di kabupaten ini. Bahkan yang ndak punya lahan macam bapakku pun tetap menanam, meskipun hanya di pot, ember ataupun tong. Apalagi sekarang lagi musim-musimnya propaganda global warming tho, kita dituntut untuk menanam pohon di mana-mana.

Jadi, kupikir pembibitan ini bisa jadi peluang usaha yang menjanjikan. Bisa tetep dikerjakan di waktu luang bagi yang sudah bekerja penuh waktu. Bagi yang serius menekuninya, mungkin malah bisa mengarah pada penciptaaan sambungan baru, silangan baru, seperti yang dihasilkan oleh para pengkultur Demak yang sudah lebih dulu terkenal sebagai pencipta varietas baru buah-buahan. Toh, secara alam, kita sama Demak ndak jauh berbeda tho. Plasma nutfah sepertinya juga masih melimpah.

Jadi sebenarnya banyak potensi ekonomi di kabupaten ini, ndak seperti sangkaan kita. Sudah sepantasnya jika pemuda Pati mulai bermukim dan mengembangkan Pati, ndak perlu merantau ke mana-mana, karena kalau diamati, memang rumput di sini sebenarnya lebih hijau daripada rumput di daerah lain (btw, ini ndak lagi ngomongin hasrat terpendam dalam diri kan Wi.. xixixi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s