Sekejap di Museum Zoologi

Sambil nunggu temen yang lagi riset di pembibitan Kebun Raya Bogor, maka aku, Anyie dan Ijal pun berjalan-jalan ke Museum Zoologi. Seumur-umur kuliah di Bogor dan kerja di kebun raya, baru kali inilah aku masuk museum zoologi.. Wakakakk..pletak.. ke mana aja selama ini Wi..?

Kalau masuk dari pintu utama KRB yang ada di sebelah pasar Bogor, tinggal belok ke kiri. Nah pintu masuk museum ini ada di antara Lab Treub dan Guest House Peneliti yang bangunannya peninggalan zaman Belanda itu.

Museum dan aktivitas laboratorium zoologi ini sudah terbangun sejak zaman kompeni dulu lho. Ini silsilahnya (kayaknya istilah silsilah ini kurang tepat deh, tapi belum nemu yang cocok nih..😀 )

Foto Dokumen Pribadi Dewi

Lalu apa aja isi museumnya..? Tentu saja adalah spesimen mati dan replika satwa yang ada dan pernah ada di Indonesia. Ini adalah beberapa di antaranya.

Ajak. Foto dokumen pribadi Dewi

Ajak adalah predator rusa Timor di Taman Nasional Alas Purwo. Semacam serigala kali ya.. Au…

Beruang madu yang tampangnya kaya anjing. Foto dokumen pribadi Dewi

Ni beruang madu, beruang yang bisa ditemui di Kalimantan (sebelum hutannya rusak). Ko mukanya lebih mirip anjing daripada beruang ya..😉

Burung Culik. Foto dokumentasi pribadi Dewi

Nama populernya burung culik. Mengapa ? Dia ndak pernah punya sarang untuk menaruh telurnya. Telur tersebut justru dititipkannya di sarang gagak. Setelah anaknya menetas, akan diculik dari sarang tersebut atau tetap dititipkan untuk dibesarkan oleh si gagak. Burung ini juga dikenal sebagai parasit. Mengapa ? Karena dalam proses pembesarannya, si anak titipan tersebut justru menjatuhkan anak gagak yang sebenarnya dari sarang, sehingga hanya dia saja yang bertahan dan mendapat makanan.

Burung Manyar

Burung manyar. Ahh, akhirnya melihat spesimen matinya juga. Selama ini hanya bisa mengenalnya sebagai judul novel Romo Mangun. Keunikan dari burung ini adalah sarangnya yang dibangun dan dianyam rapi seperti yang terlihat pada gambar. Unik ya..

Burung Kuau. Foto dokumen pribadi Dewi

Burung besar ini bukan merak, namun burung kuau. Biasa dijumpai di Pulau Sumatera, Kalimantan maupun semenanjung Malaya. Dengan hutan yang telah terkonversi menjadi kebun sawit, kira-kira sekarang burung ini masih ada ndak ya..

Kupu-Kupu Malam. Foto Dokumen Pribadi Dewi

Berbagai kupu-kupu dan insekta juga dipamerkan. Salah satunya adalah kupu-kupu malam ini. Kupu-kupu malam biasanya ditandai dengan warnanya yang ndak terlalu menarik.

Crustaceae. Foto dokumen pribadi Dewi

Kepiting raksasa, sayangnya bukan dari Indonesia, tapi dari Jepang.

Selain itu adapula berbagai macam cangkang dari Molusca, baik yang tawar maupun air laut.

Molusca. Foto dokumen pribadi Dewi

Dan adapula reptil semacam ini. Ini di Papua dikenal dengan nama labi-labi. Kalau di Jawa si dikenal dengan nama bulus. Kalo di barat dikenal dengan nama soft turtle.

Labi-labi. Foto dokumen pribadi Dewi

Selain itu, adapula replika kerangka paus gergaji dan paus biru yang ukurannya cukup menakjubkan. Silakan dilihat sendiri. Aku hanya ingin menampilkan betapa besarnya badak bercula satu ini. Saat ini, badak cula satu ini masih bertahan di habitat alami satu-satunya: Taman Nasional Ujung Kulon😉

Bandingkan besarnya. Foto dokumentasi pribadi Dewi

One thought on “Sekejap di Museum Zoologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s