Penggunaan Nama yang Waah..

Sudah lama aku ndak menonton teve nasional, karena di kosan memang ndak ada tv dan kalaupun ada, aku malas menonton (karena kontennya hanya membuat panas hati semata). Namun saat di rumah, mau ndak mau, tv nasionallah yang harus kutongkrongi (hingga akhirnya kami menyepakati berlangganan tv kabel).

Selama dua minggu nongkrongi tv nasional itu, aku mendapati beberapa iklan tv yang cukup menggelitik. Iklan yang kumaksudkan di sini adalah iklan yang lebih memilih menyebutkan bahan bakunya dengan nama luar daripada dengan bahasa Indonesia. Hmm, mengapa ya..? Biar terkesan berbeda dan inovatif dari merk lain..? Gerundelku, “Inovatif dari mana, kan kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia, bahan bakunya itu sama dengan bahan baku merk lain !”

“Yah, namanya juga pemasaran Wi.. harus pinter-pinter memanfaatkan celah ketidaktahuan konsumen.. Kan kebanyakan konsumen masih menganggap yang berbau-bau luar tu lebih bagus daripada yang berbau lokal. Termasuk dalam bahasa.. ” demikian ujaran seorang teman. “Yah, samalah prinsipnya dengan artis-artis yang mengubah nama aslinya jadi nama yang kebarat-baratan. Biar lebih populer a.k.a lebih laku kali yee..” sergah teman yang lain.
Owh, begitu ya..

Note: buah pome = buah delima, daun camelia = daun teh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s