dari Seminar ke Seminar, dari Diskusi ke Diskusi..

“Aku bosen Bu, ngikut seminar inilah-itulah. Toh, semuanya ndak ada hasilnya, ndak menimbulkan perubahan yang nyata.” Begitulah gerundelan seorang teman dalam sebuah seminar.

Dokumentasi pribadi Dewi

” Ya iyalah, lha wong para pengambil keputusan yang terkait dengan itu saja jarang hadir. Kalau pun hadir, pasti sekedar untuk seremonial, pembukaan ataupun menjadi pembicara sekejap, setelah itu, mereka pun pergi. Ndak atasannya, ndak bawahannya. Alasan, ada acara penting selanjutnya. Nah kalau begitu cara mainnya, bagaimana hasil seminar itu bisa diserap dan diimplementasikan..?” celetukku. Ujaran yang sama juga pernah dikeluhkan seorang pembicara dalam sebuah seminar. Dan sungguh, ini bukan praduga semata karena pengalamanku mengikuti beberapa seminar menunjukkan pola yang sama.

Tapi kan dokumen tertulis hasil seminar biasanya dikirimkan ke instansi yang terkait, Bu..? bales si teman.

“Yakin ada yang baca ?”

“ Lho, ko sampeyan pesimis gitu.. “

“Lha, kalau dibaca, pasti keadaan menunjukkan perubahan tho. Ndak gini-gini aja..” kataku mlengos.

Si teman pun mengkhayal, “Andai prosiding dari seminar, semiloka, diskusi dan segala macamnya itu ditumpuk, kayaknya sudah bisa sampai ke bulan kali ya !!”

“Iya, prosidingnya yang sampai ke bulan, manusianya mah jalan di tempat aja ampe lemes..!” ujarku sambil melotot.

“Duuh, ko malah sampeyan jadi sewot sama aku.. Piye tho..” ujar teman sambil mencaplok pisang keju. “Kalau mau marah ya sama si anu noh..” Setelah menelan pisangnya, dia pun kembali berujar, “Tapi bagaimanapun juga, seminar ini tetap berguna lho Bu.. soalnya dia jadi media kita, mahasiswa kere ini, buat makan gratis..!! Selain itu, dia juga ngasih sertifikat. Setidaknya itu bisa nambahin kum sampeyan tho.. Iya tho..”

“Hohoho.. hoowh..” aku pun mengangguk dalam sambil menjejalkan macaroni panggang ke mulut. “Yang begini-begini kan emang jarang kita makan dengan uang sendiri ya.. :D”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s