Masih tentang Mangga..

Btw, masih soal mangga. Sampeyan tahu ndak, kalau dalam 1 spesies mangga, Mangifera indica, ada bermacam-macam varietas di dalamnya. Kalau di Jawa, survei Deptan pada tahun 1975 mencatat ada 57 varietas, mulai dari arum manis, gandik, gaer, gedong, dst. Itu baru Jawa ya, belum pulau-pulau yang lain.

Kini, jumlah varietas itu diyakini makin menyusut. Apalagi dengan makin maraknya buah mangga impor maupun buah impor lainnya menyerbu pasar kita. Lha kok bisa begitu ? Lha ya bisa, sifat manusia kan hanya mau menanam/membudidayakan yang bisa dimanfaatkan, banyak digemari dan yang enak. Karena yang dianggap enak dan murah buah impor, akhirnya beramai-ramailah petani kita menanam buah impor dan melupakan jenis dan varietas lokal.

Lha benar tho.. Kalau ndak enak, mosok ya masih dipertahankan ditanam. Weilhah, sampeyan menyepelekan !! Semua makhluk ciptaan Allah tu pasti ada kegunaan. Cuma kita aja yang kadang ga kepikiran.

Emang kegunaan melestarikan varietas lokal tu apa..? Elhadalah.. Sampeyan pikir buah yang bagus-bagus tu hasil darimana..? Ya dari hasil rekayasa, hasil silangan dari berbagai varietas itu. Bisa jadi buah varietas A memang ndak enak, tapi akarnya kuat, tahan serangan penyakit. Nah sifat inilah yang kemudian dipadukan dengan varietas B yang buahnya bagus tapi akarnya ndak bagus, ndak tahan hama. Nah, kalau kemudian stok varietas lokalnya aja kita ndak punya, bagaimana mungkin kita bisa menghasilkan varietas baru yang unggul..?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s