Makanan itu Pernah Ada pada Kami..

Eh, ko akhir-akhir ini aku jadi suka mengupload masakan yang notabene masakan tradisional di blog ya..? Emang apa istimewanya Wi..? Wong ya cuma begitu-begitu saja masakannya. Ndak kayak masakan Jepang yang konon kaya gizi, ndak kaya masakan Italia dan Prancis yang waah.

Hehehe, justru karena ke-ndak-annya itu makanya kupilih. Meskipun kadang makanan tradisional kita tu ndak bergizi karena diproses berkali-kali, such as gudeg, bobor ataupun gori. Kadang tampilannya juga gitu-gitu aja, ndak pake garnish di kanan kiri, ndak pake saos dilongkek-longkek di piring, tapi bagaimana pun juga masakan tradisional kita itu unik. Terlahir dari hasil kreasi dan adaptasi terhadap semua keterbatasan yang dulu dihadapi nenek moyang. Anda ndak pernah terpikir tho, untuk bisa membuat kerupuk dari nasi sisa, a.k.a karak. Ya, memang ndak bergizi, tapi enak tho..? :D. Anda juga ndak pernah terpikir kalau makanan sisa seperti ayam, opor, mie, dan segala jenis makanan lainnya itu bisa diubah menjadi petis (bukan petis Surabaya-an ya, tapi petis ala Pati) yang enak tho. Karena itulah kekayaan kreasi ini perlu didokumentasi.

Yah, siapa tahu, masakan-masakan tradisional itu tiba-tiba melenyap karena toh kita kini lebih suka dan lebih akrab dengan masakan luar. Siapa tahu berapa tahun ke depan anak cucu kita sudah ndak tahu lagi apa itu “sayur asem”. Hehehe, jadi catatan kecil ini hanya sekedar untuk berbagi info pada anak cucu di kemudian hari. Oww, ternyata dulu kayak gini tho makanan kita. Syukur-syukur, bisa dipakai juga buat ngebuktiin, eh, makanan itu pernah ada lho di kami (kalau di kemudian hari ada bangsa lain yang ngeklaim.. *teringat kasus rendang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s