Tonil Musikal Kadal Nguntal Negoro

Setelah dari seberang Sarinah-Blogshop Kompasiana, pada malam Minggu itu, aku bergerak menuju TIM. Janjian dengan kakak kelas, Mbak Rina, untuk nonton tonil musikal Kadal Nguntal Negoro.

Waktu masih lama, hampir 3 jam menuju waktu pertunjukan. Maka aku pun menghabiskan waktu di mushalla, sekedar melihat orang berlalu lalang di pelataran teater Jakarta, melihat-lihat buku yang dijual di kios buku bekas (ampyuun, harganya bikin pushienk.. tapi koleksi sejarah, antropologi, etnologinya lumayan banyaknya..).

Teater Jakarta yang tampak rame malam itu. Banyak keluarga yang mengantarkan putrinya yang berkostum balet masuk ke dalamnya. Ada pertunjukan balet mungkin..? Foto koleksi pribadi Dewi

Ketika ngelesot di emperan teater Jakarta, sempat pula aku melihat Djaduk (yang akan kutonton sebentar lagi) sedang berbincang dengan seorang perempuan. Meski di depan mata, seperti biasa, aku ndak ada keberanian tuk nimbrung atau sekedar berfoto bersama dengan figur yang lumayan terkenal itu. Padahal banyak pengunjung lain yang meminta foto bersamanya, tapi aku lebih senang duduk di depan mereka dan menguping pembicaraannya. Hahaha, gw bangeet.. 😀

Setelah Mbak Rina datang, kami makan malam di warung tenda makanan tradisional yang memang sengaja digelar bersamaan dengan even tersebut. Lumayan enak-enak lho masakannya.

Habis makan, kami pun bergerak ke Graha Bakti Budaya. Gedung pagelaran di mana acara itu akan dilakukan. Weeh, perasaan tadi biasa-biasa saja, sepi, tapi sekarang pengunjung tampak membludak. Bahkan saat masuk ke gedung pun hampir semua bangku telah terisi. Wow, ternyata warga Jakarta memang haus hiburan ya.. Padahal tadinya berpikir, wah kayaknya bakal sepi ni (mengingat tema acaranya rada berbau-bau “budaya”). Para calo tiket juga tampak mondar-mandir dengan leluasa menawarkan tiketnya. Seperti biasa, harganya dimark-up, namun banyak pula yang bersedia membelinya. Hai,, ada yang unik. Aku melihat ada bule yang berpenampilan Indonesia banget, pakai surjan, dilapis batik yang dikenakan ala Melayu, lalu menggunakan ikat kepala bermotif ulos. Wow, jadi malu. Rasanya dia lebih bangga terhadap Indonesia daripada kami (Sayang, ndak sempet moto tu bule).

Pertunjukan dimulai agak sedikit terlambat, sehingga Butet dalam prolognya pun sempat minta maaf. “Korupsi itu bukan budaya, kalau budaya, berarti koruptornya bisa disebut budayawan dong..”

Prolog Butet Kartaredjasa

Dan tak lama kemudian, adegan dibuka dengan lagu keroncong yang dibawakan secara dinamis oleh Orkes Sinten Remen. Aihh, asyik.. Musik keroncong yang umumnya bikin ngantuk karena iramanya yang mendayu-dayu, ternyata bisa juga ya dibikin rancak dan mengundang bergoyang begini. Liriknya meski sarat makna, namun dibawakan secara jenaka. Ahh, kreatif..!

Adegan pertama yang diawali dengan lagu keroncong dari Sinten Remen. Foto dokumen pribadi Dewi

bersambung (ngantuk euy). Sementara gambar-gambar dulu deh.

"Saya menyerahkan diri karena saya telah korupsi.." kata Susilo "Den Baguse Ngarso" Nugroho. "Ahh, guyon.." kata aparat keamanan.

Susilo Nugroho bermonolog dalam selnya yang mewah. Foto dokumen pribadi

Para pengacara menyusun strategi, "Kita suruh mereka korupsi sebanyak-banyak, supaya bisa membayar jasa kita setinggi-tingginya.." kata pengacara Indro.

Adegan Pengadilan di mana terdakwa dibebaskan dari tuduhan korupsi, namun malah dihukum untuk tuduhan perselingkuhan

Akhir acara, sutradara, penata kostum dan seluruh pendukung pertunjukan pun tampil ke atas panggung dan mendapatkan applause meriah dari penonton

Satu yang terpikir olehku di akhir acara. Sudahlah ndak usah demo untuk mengkritik kinerja pemerintahan dan negeri. Toh ujung-ujungnya macet, rusuh. Mending bikin pertunjukan kaya gini. Selain menghibur namun juga untuk menyadarkan, baik rakyat jelata maupun penguasa. (dewi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s