Hanya 14 Km..

Yah, hanya 14 km. Biasanya bisa ditempuh paling lama 0,5 jam dengan kecepatan motor sebesar 40 km/jam. Tapi dengan kondisi jalan yang dominan batu dan sedikit jalan aspal yang lebih banyak lubangnya ketimbangan aspalnya serta lebih dari tiga jembatan yang telah roboh betonnya dan kini hanya berupa batang-batang pohon jati, maka perjalanan itu pun memakan waktu hingga 2 jam lamanya. Pyuuuh..

Jalan terjal berbatu sepanjang 14 km.

Kondisi jalan yang demikian membuat orang tua membiarkan anaknya bersepeda motor pada usia yang masih belia, menantang bahaya berbonceng tiga.

Bonceng tiga sudah biasa

Membuat mbah tua harus menunggu lebih dari setengah hari untuk sekedar mendapatkan tumpangan.

Menunggu untuk sekedar tumpangan hingga lebih dari setengah hari lamanya

Membuat kayu sengon hanya dihargai Rp 125.000,- per batangnya, jauh lebih rendah daripada sengon di tempat lain yang laku hingga Rp 350.000,-. Membuat petani terpaksa menerima berapa pun harga jagung yang ditawarkan tengkulak padanya. Membuat ibu-ibu harus mengais kocek lebih dalam karena harga gas 3 kg melambung hingga Rp 16000.

Ini bukan di luar Jawa. Ini masih di Jawa, bagian selatan tepatnya.

Sudah sepantasnya, jika BBM jadi dinaikkan maka infrastrukturlah kompensasinya. *Ngedumel entah pada siapa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s