Armada Baru

“Aaah, ini P20 AC.. Ayo kita naik..” seru Anyie padaku. Oh, ada juga ya Kopaja yang ber-AC, batinku. Mungkin ini bagian dari peremajaan armada Kopaja seperti yang didengung-dengungkan di media. Sekilas, bentuknya seperti bis trans Jakarta, memiliki 2 pintu di depan dan belakang dan satu pintu di tengah. Sempat bingung juga, apa gunanya pintu tengah ini.. Toh, bis ini tidak berhenti pada halte yang terletak di tengah jalan layaknya trans Jakarta (atau mungkin nanti mereka akan berhenti di halte itu juga kali ya.. *mencoba berpikir positif)

Sayangnya, setelah beberapa menit berada dalam bis ini, hati pun mulai gerundelan. Bis ini, meskipun armadanya baru, namun kelakuan awaknya masih serupa dengan kopaja armada lama. Gradak-gruduk, ngerem mendadak seenaknya, dan bahkan, saking barunya, belum terbiasa dengan fasilitas yang ada di dalamnya. Si sopir secara tak sengaja membuka pintu tengah yang kusandari, padahal tujuan awalnya adalah membuka pintu belakang. Mak plass.. jantung ini berdegup jantung karena kaget. Untung tangan masih berpegang pada bangku dan aku pun tak jatuh terjengkang keluar. Si sopir pun segera menyadari, nyengir dan berseru, “Maaf mbak.. maaf..”

Tersedianya dua pintu yang otomatis terbuka dan tertutup ketika tombol di dashboard ditekan sopir, membuat kernet tak harus mengontrol pintu belakang. Akibatnya, penumpang yang akan turun lewat pintu belakang pun harus berteriak-teriak keras untuk memberi tanda berhenti pada si sopir. Walhasil, penumpang lain yang udah pada nganggguk-angguk ngantuk pun tersadar. Hmm, harusnya ada tombol yang disediakan di sekitar pintu ini nih.. Sama seperti kalau kita naik bemo. Tanpa teriak kepada sopir yang berada di depan, kita cukup memencet tombol yang ada di atas kepala.

Ahh, mungkin karena masih baru, jadi butuh adaptasi, baik bagi penumpang maupun awaknya. “Tapi kalau armada ini dikemudikan oleh sopir yang kelakuan menyetirnya masih sama seperti kopaja lama, (calon) penumpang rasanya tetap akan enggan untuk berpindah dari mobil pribadi ke angkutan umum,” seloroh teman. Hmmm, semoga tidak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s