Enemies of The People

Ini adalah trailer  film dokumenter Kamboja yang ditayangkan dalam Chopshots 2012 di Taman Ismail Marzuki kemarin.

Film itu menceritakan perjalanan seorang jurnalis Kamboja dalam mengungkapkan sebab terjadinya pembantaian 2 juta warga Kamboja oleh rezim Khmer Rouge tahun 1975-1979.  Investigasi ini dilakukannya sendiri, dengan biaya sendiri, selama hampir 10 tahun. “Bapak dan kakak saya menjadi korban dalam pembantaian tersebut. Padahal mereka adalah adalah kader Khmer Rouge juga. Karena itu saya penasaran, apa si sebabnya..”

Hasil investigasinya mengungkapkan bahwa para pelaku pengeksekusi (yang langsung berhubungan dengan para korban) tak pernah mengerti, mengapa mereka harus melakukan pembantaian tersebut. Mereka mengaku hanya menjalankan perintah dari atasannya dan atasannya pun menjalankan perintah dari yang lebih atas, dan demikian seterusnya. Jawaban yang wajar, mengingat mereka juga dibayang-bayangi ketakutan akan ikut terseret ke mahkamah internasional jika ketahuan. Atau mungkin jawaban yang jujur karena mereka hanya eksekutor di lapangan yang memang tak tahu apa pun tentang kebijakan.

Rasanya, hanya pucuk pimpinan Khmer Rouge-lah yang mampu menjawab pertanyaan tersebut, demikian kesimpulan si jurnalis. Akhirnya si jurnalis pun mulai mendekati big brother number 2, pimpinan Khmer Rouge yang masih tersisa setelah Pol Pot (yang sudah meninggal), yaitu Nuon Chea. Butuh waktu hingga tiga tahun hingga akhirnya Nuon Chea ini mau mengungkapkan, apa alasan kebijakan mass killing tersebut. “Mereka patut dilenyapkan, karena mereka adalah Enemies of The People. Jika mereka tidak dilenyapkan, negara akan terus terancam.” Jadi, dia merasa bahwa apa yang dilakukan adalah tindakan patrotis, wujud kecintaannya pada negara. Dia tak pernah merasa menyesal dengan tindakannya. Maka ketika menyaksikan eksekusi gantung Saddam Husein di tv, dia pun hanya berkomentar, “Yah, beginilah nasib patriotis dalam dunia yang tidak adil ini..”

Aahh, banyak perdebatan yang muncul di benakku (dan tak mampu kubahas) ketika menyaksikan film ini. Yang jelas, film ini mengingatkanku pada pembantaian massal yang juga terjadi pada bangsa ini di era 65-an. Jika ada warga Kamboja yang berani melakukan investigasi dan menuangkannya dalam bentuk audiovisual semacam ini.. Adakah orang Indonesia yang akan melakukan hal serupa..? Bukan untuk menghakimi siapa yang benar dan salah, namun lebih untuk mengungkapkan inilah sejarah kita. Ada terang dan ada kelam.

*Oleh-oleh Chop Shots 2012

chopshots

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s