Ke mana 100-an..

Suatu sore di sebuah mini market..
Kasir : Mbak, kembaliannya 3800 dan ini baru 3700..
Aku : Diam dan melihat mbaknya, berharap ada penjelasan selanjutnya muncul dari si mbaknya.. (100-nya kami ganti permen atau tolong diikhlaskan untuk kami salurkan sebagai infaq bagi pihak yang membutuhkan ya..) tapi ternyata ga ada penjelasan lanjutan. Si mbak  malah melanjutkan melayani konsumen sesudahnya.. Dan aku pun hanya bisa menghembuskan nafas kesal.

Sekarang uang 100 tidak berharga sekali ya.. Suatu hari aku pernah melihat pengamen di angkot melemparkan uang 100-an yang didapatkannya dari penumpang ke jalanan. Dan sekarang si kasir pun menganggap uang 100-an adalah nominal sangat kecil sehingga dia tak perlu repot-repot mencari dan memberi penjelasan, mengapa 100-an itu tak dikasihnya dan akan dikemanakan 100-an yang tidak dikasihkannya itu.. Bangsa ini lama kelamaan emang sakit.. Kebayang, jika denominalisasi jadi dilakukan.. Rasanya ntar tak hanya uang 100-an yang ga berharga, tapi juga uang 1000-an (yang akan dihilangkan 0-nya jadi cuma Rp 1 saja).. Begitu pula dengan uang gopekan..😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s