Floating Market Lok Baintan

Suatu pagi di Sungai Lulut, adzan subuh baru saja berkumandang, tapi  thok..thok..thok..thok.. Suara kelothok sudah memecah kesunyian pagi..

Image

Para perempuan sudah menunggu bersama jukung mereka. Mereka mengikatkan jukung pada buritan kelothok.

Image

Ketika kelothok berangkat, mereka pun tertarik. Lumayan, ga perlu mendayung jauh-jauh, cukup membayar Rp 3000,- mereka pun tiba di Lok Baintan.

Lok Baintan7

Makin lama, perahu-perahu makin banyak berdatangan, memenuhi sepanjang sisi sungai. Perempuan tersebut membawa berbagai barang, mulai dari buah-buahan, ikan, bahkan sabun mandi. Mulai dari bahan mentah hingga makanan yang sudah siap disantap.

Image

Image

Makin siang makin ramai

Image

Tak hanya pedagang, kelothok yang mengantarkan anak-anak sekolah pun mulai hilir mudik. Sebagian anak beratribut santri.

Image

Sebagian besar pedagang adalah perempuan paroh baya. Jadi ndak tahu, setelah mereka ndak ada, masihkah aktivitas di pasar terapung ini ada.. Karena kurasa budaya sungai telah hilang secara bertahap di sini. Rumah sepanjang sungai lebih banyak yang dihadapkan ke jalan daripada dihadapkan ke sungai.

Tapi itu kan tidak bisa dijadikan indikator bahwa sungai tak penting lagi bagi mereka Wi.. Ah, entahlah..

Iklan

One thought on “Floating Market Lok Baintan

  1. Ping-balik: Lok Baintan Floating Market – Banjarmasin (Indonesia) | World for Travel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s