Blaar..

kilat

Keluar dari stasiun Bogor, “Nak..nak..nak..” panggil si nenek di pinggir jalan padaku. Aku mengacuhkannya dan langsung ngeloyor menyeberang jalan.. Sesampainya di seberang jalan, si nenek tampak menyeberang digandeng seorang ibu. Berjalan tertatih-tatih, tampak payah sekali.. Blaaarrr, aku tertampar.. Ternyata dia memanggilku untuk meminta tolong kuseberangkan.. Tidak untuk minta-minta, seperti prasangkaku sebelumnya.

Begitu dia menaiki angkut yang sama dengan yang kunaiki, merah padamlah mukaku dan mbrebes mililah mataku. Malu dan merasa sangat bersalah karena mengabaikan panggilan dan permintaan tolongnya. Bagaimana jika nanti ibuku dan mbahku dicuekin orang sama kayak aku sekarang mencuekkan mbah itu..

Besok, tak akan lagi aku mengabaikan panggilan siapa pun karena menyangka mereka hanya berpura-pura tersesat dan minta uang padaku !! Gusti Allah, paringana ati jembar dan kurangkanlah prasangka dari hatiku..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s